"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 26 Agustus 2017

Bupati Situbondo Akan Branding Kota Tua Besuki Jadi Cagar Budaya

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Untuk membrending kota tua Besuki sebagai pusat kegiatan pegiat sejarah,  Bupati Situbondo siapkan anggaran 6 milyar untuk membangun Cagar Budaya.

Pembangunan cagar budaya ini merupakan betuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo akan pentingnya melestarikan cagar budaya.  Disamping itu juga merespon harapan masyarakat agar Besuki dijadikan the second City (Kota Kedua) sebagai kota sejarah dimasa lalu.

Demikian ungkap Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto, S.H, saat acara cangkuran bersama Puluhan Pemerhati Cagar Budaya se Jawa Timur bersama Dewan Kesenian Situbondo (DKS) bersama Bupati di pinggir pantai Dhubibir Desa Ketah, Kecamatan Suboh Sabtu (26/8) malam.

“Tahun 2017 ini Pemkab Situbondo sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) cagar budaya, Katanya di hadapan para pemerhati cagar budaya saat didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Wakapolres beserta jajaranya.

Untuk segera terwujutnya restorasi kantor eks Karesidenan Besuki karena ditempati kantor oleh pihak Polri, agar dapatnya pemanfaatan dijadikan tempat untuk kepentingan Publik, bagaimana untuk mengembangakan kota tua yang berada di Besuki ini.

“Kepala daerah tidak akan mampu menyelesaikan sendri, untuk itu semua komunitas harus ikut andil dalam membantu percepatan dalam mewujutkan cagar budaya, sebuah pemerintah  daerah yang maju harus didukung oleh partisipasi, semoga terwujutnya cagar budaya bukan mimpi, harapnya.

Sementara Wakapolres Situbondo Kompol Iswahab menyampaikan pesan dari Kapolres Situbondo, bahwa ia sangat mendukung kegiatan ini. Kapolres menurutnya hanya berpesan, jangan ada keterkaitan dengan politik, harus murni dari hati untuk melestarikan cagar budaya.

“Sesuai UU no 11 tahun 2010, Cagar budaya merupakan warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan dan struktur budaya maupun kawasan budaya, selain itu benda peninggalan dan situs di darat maupun di perairan perlu kita lestarikan bersama,” Jelasnya.

Menurutnya Cagar budaya merupakan inti sejarah dilihat dari segi ilmu pengetahuan dan untuk pendidikan agar agar bangunan cagar budaya terus bisa dikenang sampai kapan pun, kami siap mendukung dan mengamankan, yang terpenting sesuai prosedur.

Ketua Dewan Kesenian Situbondo Edy Supriyono, sangat mengapresiasi para tamu yang hadir ”Boleh dikata yang hadir disini merupakan bagian orang gila, Tidak gila gimana kebiasan pejabat rapat di kontor ber AC,  gedung dan hotel mewah, tapi kali ini, di pinggir pantai,” katanya berseloroh.

Pasalnya untuk menuju kelokasi ini harus berbasah-basah, melewati sela tumbuhan laut dengan ketinggian air lutut orang dewasa (45cm) sepanjang 150 meter, namun kawasan cagar budaya ini pernah disinggahi oleh Raja Hayam Wuruk untuk mendamaikan rakyatnya diera Ratu Tribuana Tunggal Dewi. (edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: