"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 13 Agustus 2017

Jember Fashion Carnaval Gerakkan Ekonomi Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dampak digelarnya Jember Festival Carnaval (JFC) yang digelar selama 5 hari, sejak tanggal 9 hingga 13 Agustus 2017 benar-benar menggerakkan perekonomian di Jember.

Hal ini dirasakan oleh pengusaha perhotelan,  plaku UMKM, maupun pedagang kaki lima. Menurut Wulan, pemilik  Griya Batik Barata dan Ika Zahra Accesories, kegiatan ini  dapat mengangkat penjualan pasalnya banyak wisatawan yg datang dan membeli produknya.

Orang yang datang ahirnya tahu desa Tegalwaru kecamatan Mayang, ada pengrajin batik “Alhamdulilah JFC tahun kemarin banyak yang laku harapan saya tahun ini mudah-mudahan ludes terjual untuk pemerintah kabupaten Jember, dan mudah-mudahan event tahun depan semakin ramei" Katanya, Minggu (13/8)

Para  pengusaha hotel juga mendapatkan berkah, menurut  Eddy Lumanto, SH event ini meningkatkan kunjungan perhotelan. Hal itu dikuatkan GM  Hotel Bandung Permai.  “Khususnya kedatangan Jokowi , kami dapat penghargaan melayani Cathering dan Kamar dari pengawal belaiu”, kata Ratna Ekatanti.

"Kami menyediakan menu special untuk tamu yang menginap disini, utamanya makanan khas Jember dan kita promosikan juga wisata di jember lewat karyawan kita yang melayani tamu, sedangkan kamar mulai hari ini tanggal 13 sampai 15 kamar penuh" terang ibu dua anak tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan restauran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno, membenarkan tingkat hunian hotel penuh, bahkan Overload, sehingga sejumlah tamu dari luar kota bahkan harus diinapkan hotel luar wilayah kabupaten Jember, seperti ke Banyuwangi dan Bondowoso.

Menurut Teguh, sejak H-3 hingga H+1 event JFC yang digelar sejak tanggal 9 hingga 13 Agustus 2017, tingkat hunian(Okupansi) hotel khususnya yang berada di kota Jember mencapai 100 persen. Dan ini berimbas pada hotel-hotel lain yang berada diluar kota Jember bahkan kabupaten tetangga. 

Teguh mengakui jika hal ini terjadi selama event JFC yang tidak lebih dari 2 minggu. Untuk itu ia berharap pemerintah mampu mengadakan event lain agar wisatawan datang bisa lebih lama tinggal di Jember.  harus ada event yang diadakan secara terjadwal, agar kujungan wisatawan  stabil. (edw/eros).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: