"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 21 Agustus 2017

Kades Di Situbondo Bantah Rastra Tak Layak Konsumsi

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kades Mangaran, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, bantah kabar di media bahwa warganya menerima  beras untuk keluarga sejahtera (Rastra), tidak layak konsumsi.

"Saya dan warga tidak pernah menerima beras raskin  (Rastra) yang tak layak konsumsi seperti yang ramai diberitakan disejumlah media online, Demikian disampaikan Didik, saat diklarifikasi di depan tokonya yang ada di pasar Mangaran  Senin (22/8)

Pihaknya sudah mengklarifikasi pada salah satu warganya bernama Saniti yang diduga telah menerima beras rastra tidak layak konsumsi seperti yang disebutkan di media online itu tidak brnar, Menurut Didik bahwa salah Satu Media tersebut  mengada-ngada.

Pihaknya mengaku juga telah mengklarifikasi RT yang mengatakan beras menguning tak layak konsumsi juga tidak benar.   Lebih lanjut, Didik mengatakan,  mengatakan sebagian besar warga penerima Rastra merasa terbantu,  karena harganya sangat murah dan terjangkau bagi warga kurang mampu.

Didik menyayangkan pemberitaan tersebut. "Perlu saya tegaskan bahwa kabar yang diberitakan di media bahwa beras yang di terima warganya jelek dan apek itu tidak benar, bahkan masih layak dikonsumsi dan tidak ada satupun warga kami yang mengeluhkan beras yang kdikabarkan  jelek ," kata Kades DIdik

Didik  berharap masayarakat tidak terpengaruh dengan kabar itu.  Untuk itu, masyarakat penerima program Rastra tidak perlu khawatir dengan kualitas beras. Dan jika nantinya ada warga yang mendapat beras  terdapat beras Rastra yang kurang baik di masyarakat, Didik mengharapkan segera melapor ke kantor desa.

"Tugas kami membantu masyarakat untuk menyediakan beras dengan kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi. Dan jika ada pengaduan masayarakat saya mengadu ke saya , saya akan mengkomplin pihak Bulog untuk menggantinya. (Red/EF)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: