"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 26 Agustus 2017

Tagihan Naik, Warga Jember Lurug PLN Rayon Tanggul

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tagihan Naik, 6 warga Desa Manggisan, Patemon dan Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (26/8), lurug kantor PLN Rayon Tanggul. 

Mereka yang terdiri dari 1 warga Manggisan, 2 Patemon dan 3 Tanggul Wetan  mepertanyakan melonjaknya tagihan Listrik yang empat bulan terakhir yang mencapai hingga dua kali lipat. “Ini sangat memberatkan mas” keluh Perwakilan warga Munib efendi (46) warga dusun krajan RT.02 RW.01 Desa Patemon. 

Pasalnya sebelumnya hanya kisaran 200 ribu, namun keni hingga 500 ribu. " KWH meter saya 900 Watt Tarif Rumah tangga atau R1, Sebelumnya perbulan saya hanya membayar kisaran 200 ribu Rupiah, tapi sejak bulan Mei ini saya mendapat tagihan pembayaran listrik hingga kisaran 500 ribuan, " Kelunya.  

Warga curiga melonjaknya Tagihan ini karena akibat KWH meter milik Pelanggan tidak dikontrol oleh petugas Cater (Baca meter), Hal itu diketahui setelah mereka mengecek KWH Meter di rumahnya, jumlah yang terpakai di KWH meter lebih sedikit dari jumlah KWH meter yang terbayar.

"Di bukti pembayaran bulan Sekarang ( Agustus ) jumlah akhir 33479 sedangkan di KWH meter sekitar pukul 09.51 Wib hari ini, tertera masih 33328, disini ada kelebihan sekitar 151 meter, Artinya Petugas baca meter tidak mengontrol, " jelas Munib.

Kata Munib, kalau perpelanggan PLN Tanggul mengalami kelebihan meter semua berapa Juta uang milik pelanggan yang mengendap pada PLN,  "Saya kira pelanggan yang ikut Area Tanggul ribuan, dapat kita lihat bersama hampir 90 persen Masyarakat Tanggul memiliki KWH Meter, " terangnya. 

Namun sayang, warga tidak berhasil mendapat keterangan, tidak satupun Petugas yang berkompeten di kantor PLN, hanya tampak Petugas Jaga ( atpam) dan menemui warga, "Kejadian ini sangat memberatkan dan meresahkan kami, untuk itu hari Senen kami akan kembali lagi," ancamnya. (yond).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: