"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 30 September 2017

Antusias Warga Jember Nobar Film Pengkhianatan G 30 S PKI




Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Warga Jember Jatim Sabtu (30/9) malam antusias Nonton Bareng (Nobar) film Penghianatan G 30 S PKI, tampak ribuan tua muda bahkan anak-anak penuhi Alun-alun kota Jember.

Pemutaran Film dokumenter di Alun-alun Depan Pemkab Jember, berdurasi 3 jam lebih yang digagas Dandim 0824 Jember ini dimulai sekitar pukul 20.00 wib hingga hampir jam 20.00 WIB ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima, termasuk para penjual kopi keliling (Kopling).

Dengan alas seadanya seperti koran bekas, tikar dan karpet serta alas seadanya, mereka terlihat tertib dan serius mengamati tiap adegan kekejaman PKI terhadap 7 Pahlawan revolosi, sesekali, sejumlah perempuan memejamkan mata ketika melihat adegan tertentu.

Hadir pada kesempatan itu, Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Rudianto beserta Ny. Mia Rudianto, Kapolres Jember Akbp Kusworo Wibowo beserta ibu, Kajari Jember Ponco Hartanto dan Suami Bupati Jember H Abdul Rochim, Danyon Raider 509 Mayor Inf La Ode M Nurdin, serta para Dansat jajaran TNI lainnya.

“Pemutaran film ini diharapkan dapat disimak dengan baik, betapa kejamnya PKI itu, jadi kita harus sepakat bahwa musuh kita adalah faham komunis yang ingin menggantikan idiologi Pancasila, sebagai satu-satunya idiologi Bangsa Indonesia” Kata Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Rudianto.

Menurut Lihin, salah-satu penonton, yang mengaku warga Sadengan Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari bahwa pemutaran film ini sangat bermanfaat, hal ini mengingatkan kepada penonton dan generasi muda bahwa kekejaman PKI sunguh tidak bisa dimaafkan.

“Jangan sampai mereka diberi kesempatan untuk hidup lagi, mengingat dosa-dosa yang telah diperbuat itu sangat menyakitkan bangsa Indonesia, darah 7 Jenderal dan para ulama Indonesia sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita semua”, Katanya.

Diniatul Fitria  (17 Tahun), salah satu Pelajar SMK Analis Patrang ini juga mengaku sedih melihat para Jenderal diperlakukan tidak manusiawi,  Ia berharap generasi muda menyadari bahwa idiologi Pancasila harus dipertahankan, jangan sampai tergantikan oleh faham komunis.

Hal senada juga diungkapkan Ridho Hafit Fakih (22), salah-satu pengunjung dari Dusun Kemiri Kecamatan Panti ini berharap agar jangan sampai generasi muda terjerumus pada faham komunis, radikal dan lain-lain dan tetap meyakini bahwa Idiologi  Pancasila adalah yang cocok untuk harus dipertahankan. (eros)


Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: