"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 04 September 2017

Hutan Manggar Milik Perhutani KPH Jember Terbakar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Diduga faktor alam atau ulah manusia, Hutan Gunung Manggar milik Perhutani KPH Jember, Petak 23 RPH Glundengan, BKPH Wuluhan, Minggu malam (3/9) terbakar.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, bersama pihak Perhutani dan TNI Senin (4/9) pagi mendatangi Tempat kejadian Perkara (TKP). “Rencananya tadi malam, tapi medannya sangat sulit dan tidak memungkinkan karana, harus jalan kaki sekitar 1,5 jam dari desa terdekat.,” Jelas Kusworo di lokasi,

Dari hasil penyelidikan di lapangan, Kusworo menduga bahwa kebakaran terjadi karena faktor alam atau perburuan hewan. “Kalau untuk pembukaan lahan kayaknya gak mungkin. Kita menduga, karena faktor alam atau perburuan hewan,” jelasnya.

Jika dugaan perburuan hewan itu benar, ada indikasi kuat lahan itu sengaja dibakar, pasalnya informasi warga dan petugas, lokasi ini banyak kijangnya, bisa juga  faktor alam, karena banyak ditemukan daun jati kering sampai 4 – 5 lapis. . “Namun untuk lebih jelasnya, kita lakukan penyelidikan dulu,” tegas Kusworo.

Guna mengantisipasi hal itu terjadi, pihaknya mengaku bersinergi dengan TNI dan Perhutani, untuk melakukan patroli sesering mungkin, khususnya pada jam jam rawan. “Selain itu, kita lakukan juga upaya preventif dengan memasang banner pelarangan berburu dan membakar hutan,” jelas Kusworo.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Perhutani akan mengundang para Kades untuk melakukan sosialisasi sekaligus pemahaman menjaga hutan. “Supaya kades bisa getuk tular (dari mulut ke mulut, red) kepada masyarakat yang lain,” ungkap Kusworo.

Sinergi Polisi, TNI, Perhutani dan masyarakat, selama ini berjalan baik. “Waktu semalam terjadi kebakaran, semuanya kompak turun. Tak sampai 2 jam, api berhasil dipadamkan. Itupun belum dikurangi waktu perjaanan. Kebakaran diketahui jam 17.45 dan bisa dipadamkan pukul 20.06,” ungkapnya.

Terlebih, beberapa hari sebelumnya, Polres Jember bersama sejumlah pihak, telah melakukan simulasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). “Sehingga semuanya paham apa yang harus dilakukan saat kebakaran itu terjadi,” tegasnya.

Menurut Administratur Perhutani KPH Jember, Karuniawan Purwanto Sanjaya, bahwa kebakaran tidak sampai membakar pohon jati. “Jadi yang terbakar hanya lantainya (permukaan tanah, red) saja. Kalau kayunya nihil (tidak ada yang terbakar). Karena kayu jati itu sudah berumur 17 tahun dan cukup kuat,” tegasnya.

Guna mengurangi potensi kebakaran, pihaknya akan melakukan pembakaran secara lokal. “Kita akan buat kotak-kotak ukuran 10 x 10 meter, kemudian kita bakar (daun dan ranting kering di tanah),” jelas Karuniawan. Disinggung soal luas lahan yang terbakar, menurut Karuniawan sekitar 2 – 5 hektare.

Ke depan, pihaknya akan melakukan operasi secara tertutup dengan melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, polisi dan TNI. “Kasus ini kita atensi betul. Kita juga akan tingkatkan sinergi dengan semua pihak, agar persoalan seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkas Karuniawan. (edw)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: