"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 28 September 2017

Impor Produk Pertanian Ancam Petani Indonesia

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Impor produk pertanian ancam Pertanian Indonesia. Untuk menghadapi Importir, para petani tidak bisa berjuang sendirian, tetapi harus berbagi peran dengan semua pihak.

Baik lembaga pendidikan, organisasi pertanian maupun negara. Ungkap Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTI) H Arum Sabil dan Dirut Politeknik, Nanang saat Expo, Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jatim di Politeknik Negeri Jember, Kamis (28/09).

"Import masuk karena kita tidak punya daya saing, agar punya daya saing, , petani tidak bisa sendirian, harus berbagi peran, petani tugasnya apa, lembaga pendidikan apa dan hadirnya negara dimana. Itulah yang dikatakan sinergi untuk menuju swasembada pangan yang berdaya saing" Ungkapnya.

Menurut Arum Expo ini akan memberikan informasi yang sangat besar kepada petani, tidak semua petani mengerti tentang kemajuan, peradaban pertanian baik secara teknis maupun tekhnologi atau bagaimana rekayasa genetika yang konvensional dalam sektor pertanian, tidak semuanya tahu. 

Bahkan mengetahui perkembangan pestisida, seperti fungsida maupun pupuk, “Saya pikir hasil inovasi maupun saprodi pertanian ini akan memberikan informasi yang sangat luas kepada petani, sehingga petani bisa membangun pertanian dengan teknologi," jelasnya.

Menurutnya, para peneliti kita ini kan seolah-olah dipandang sebelah mata, atau mereka disibukkan kebutuhan ekonomi, lembaga pendidikan seperti Poltek ini harus dijadikan atensi, kuncinya daya saing bisa didapat dari produktifitas dengan ilmu pertanian dan teknologi yang bagus. 

Sementara menurut Dirut Poltek Negeri Jember, Nanang, bahwa yang juga penting adalah Siswa dan Mahasiswa, nanti kita tugasi "Untuk memperjuangkan kedaulatan pangan kita" daya saing kita, seperti yang diharapkan Pak Arum tadi " Tutur Nanang. 

Karena itu mereka akan kita didik agar militan jadi petani berteknologi baru, yang efisian. "Kita menyebarkan teknologi dengan program kita, pemberdayaan masyarakat, penyuluhan petani itu yang kita laksanakan saat ini" Katanya. (edw/gik)

Berita Terkait Pertanian

Tidak ada komentar: