"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 16 September 2017

Sosok Mbah Tokin, Peserta Tertua Tajemtra Jember 2017

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mbah Tokin (104) yang mengikuti agenda tahunan Pemkab Jember sejak tahun 1972 ini dinobatkan Bupati Jember, dr Faida, sebagai peserta tertua gerak jalan tradisional Tanggul-Jember (Tajemtra) tahun 2017.

Sepuluh tahun terahkir mbah Tokin slalu aktif mengikuti kegiatan menempuh jarak 30 km ini. Sebuah pengalaman yang tidak terlupakan pada tahun 2004, dirinya pernah menyabet trophy juara dua perorangan di Gerak Jalan Tradisional Kalisat (Gertak).

Kebanggaan itu ingin ia dapatkan di even gerak Jalan Tajemtra, yang sebelum nya  bernama gerak jalan Kencong- Jember (Kejem), terbukti dirinya sudah kurang lebih 10 kali berturut-turut meramaikan gerak jalan yang digelar sejak tahun 1972 ini.

Laki-laki tua yang sewaktu mudanya bekerja tukang kayu ini, menuturkan bahwa dirinya mengikuti Gerak Jalan yang diselenggarakan Peemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sejak masih Gerak Jalan sepanjang 45 km Kencong – Jember (Kejem) dengan alasan biar sehat.

"Saya ikut, sejak Kejem, biar badan sehat, dan memberi semangat yang masih muda, selebihnya ingin dapat trophy," tutur laki-laki kelahiran 1 Juli 1932 saat ditemui di rumahnya, yang masih numpang dirumah Kaur Kesra di dusun Karang Pring RT. 03/01, Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat, Sabtu (16/9)

Saat mendaftar dari kediamanya ke depan alun-alun, sejauh 15 km ia mengaku jalan kaki. "Daftarnya saya sendirian, jalan kaki, saat menuju Start Tanggul juga jalan kaki, berangkat hari Sabtu pukul. 03.00 pagi, bahkan selesai dari Finis Alun-alun Jember, pulang ke rumah juga jalan kaki." Urai mbah Tokin.

Menurut Supardi pemilik rumah, mbah Tokin, bahwa kata mbah Tokin memiliki 4 orang anak dari istri pertama dan keduanya.  "Sekarang gak ada pekerjaannya mas, kalau dulu tukang kayu, kalau tempat untuk tidur saya tampung, untuk makan  seadanya kadang di beri oleh tetangga." Tutur Supardi

Supardi menambahkan, bahwa Mbah Tokin sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri, “Cuman kalau mau kemana-mana, tidak ngomong sebab beralasan tak mau merepotkan orang lain, ia orang nya tekun menjalankan berpuasa."k ata Kaur Kesra Desa Sumber Jeruk ini.(edw/gik)

Berita Terkait Profil

Tidak ada komentar: