"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 17 September 2017

Ratusan Burung Di Jember Serang Tanaman Padi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mulai menguningnya padi di sawah, menarik ribuan burung pipit, jika mau habis dimakan, petani terpaksa harus menjaga padinya setiap hari sejak pagi hingga sore. 

Kegiatan Itulah yang terlihat di persawahan di Desa Sidorejo, Kecamatan Umbulsari, Puluhan petani sejak pagi menjaga padi disawahnya, teriakan dan lambaikan plastik berwarna-warni yang diikatkan di sebatang kayu menjadi pemandangan, menghalau ratusan burung.

"Ya hanya beginilah setiap pagi dan sore kita harus ke sawah untuk mengusir burung burung itu, kalau tidak begitu kita bisa gagal panen, kalau hama lainnya seperti tikus, wereng diberi obat sudah beres, " ungkap Bu Sugianto salah satu Petani warga setempat Minggu (17/9) Sore.

Namun, ribuan burung pipit atau yang dikenal warga setempat dengan sebutan burung Emprit ini, terlihat hanya Lari sebentar dan tak lama lagi burung pemakan Biji bijian tersebut kembali menyerang padi milik petani, untuk itu petani harus mengeluarkan tenaga ekstra keras menjaga Padinya.

Di tempat yang sama, Mbah Gito (65) petani asal Desa Sidomekar yang juga menjaga padinya, mengatakan ribuan burung emprit tersebut mulai menyerang pada saat pagi dan menjelang sore hari, Hal itu tentunya membuat dirinya kewalahan untuk mengusirnya.

"Setiap pagi mulai pukul 05.30 Wib, saya harus ke sawah mas, kalau tidak, padi bisa ludes, bisa tinggal tangkainya saja, musim panen kemaren saja, sawah seluas 3/4 hetar, saya hanya menerima 1.7 juta, padahal Kalau normal seharusnya antara 20 juta," ungkap pria Pensiunan PG Semboro ini.

Petani juga mengikatkan Kaleng - kaleng berisi batu, dengan suara teriakan para petani bergema, lambaian rumbai rumbai yang terbuat dari kaleng dan Kantong plastik rwarna warni yang di pasang membentang sepanjang sawah, membuat suasana menjadi ramai.

"jadi jika kita tarik talinya Kaleng akan mengeluarkan suara secara bersamaan, dan burung lari, namun ya begitu sepertinya burung burung itu hanya takut sementara, namun saat berhenti, sejumlahburung kembali lagi, harus ditarik lagi dan seterusnya." Pungkasnya Laki laki pensiunan PG semboro ini. (yond)

Berita Terkait Pertanian

Tidak ada komentar: