"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 11 September 2017

Ritual Seblang Bakungan Suku Osing Banyuwangi

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Seblang  Bakungan, ritual tari Suku Osing Banyuwangi yang masih lestari. Tradisi ini digelar Minggu malam (10/9) di Balai Kantor Kelurahan Bakungan.Kecamatan Glagah.

Seblang tahun ini ditarikan oleh Supani (66), Supani adalah seorang wanita tua keturunan Seblang yang telah menari selama empat tahun berturut-turut. Dia juga merupakan keturunan Seblang Misna yang telah pensiun dari Seblang 14 tahun yang lalu. 

Seblang adalah sebuah tarian yang dibawakan wanita tua dalam kondisi kerasukan roh. Setelah dibacakan mantra dan doa, Seblang tidak sadarkan diri dan menari dengan mengikuti irama gending. Ada 13 gending yang mengiringi penari, diantaranya Seblang Lukinto, Podo Nonton, Ugo-ugo dan Kembang Gading.

Ini tahun kedua ritual Seblang Bakungan dimasukkan Banyuwangi Festival 2017. Upaya ini bentuk kepedulian untuk mengangkat tradisi lokal dan pelestarian seni dan budaya daerah. "Kita ingin seni dan budaya terus eksis,"kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Senin (11/9).

Tujuan tradisi Seblang Bakungan ini kata Anas, adalah untuk bersyukur kepada Allah dan memohon agar seluruh warga desa diberi ketenangan, kedamaian, keamanan dan kemudahan dalam mendapatkan rezeki yang halal serta dijauhkan dari segala mara bahaya.

Sebelum Seblang dimainkan, diawali tumpengan bersama warga disepanjang jalan menuju Kelurahan Bakungan yang dimulai seusai maghrib. Sebelumnya warga sholat magrib dan sholat hajat di masjid desa. Lalu dilanjutkan parade oncor (obor) yang dibawa berkeliling desa (ider bumi). 

Selanjutnya di bawah temaram api obor, sepanjang jalan Kelurahan Bakungan dipenuhi tumpeng pecel pitik. Sambil menggelar tikar semua orang duduk untuk mengikuti ritual makan bersama sebagai salah satu rangkaian ritual Seblang Bakungan.

Makanan yang disediakan dilengkapi lauk khas seperti pecel pitik dan sayur lalapan. Usai kumandang do’a yang dibacakan sesepuh dari masjid kampung setempat, masyarakat mulai makan tumpeng bersama. Tradisi yang lazimnya dilakukan tepat  seminggu setelah perayaan hari raya Idul Adha ini dibanjiri pengunjung.

Beberapa tempat yang dijadikan kantong-kantong parkir pun penuh sesak. Masyarakat semakin menyemut memadati sepanjang jalan Kelurahan Bakungan saat Seblang mulai kerasukan dan memulai ritualnya.Tak hanya warga lokal dan wisatawan domestik yang tampak, tapi juga warga asing. (kim)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: