"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 18 September 2017

Tekan Pengangguran, Kades Di Jember Dirikan Industri Dupa

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Guna Meningkatkan perekonomian Masyarakat dan mengurangi Pengangguran, Kades  Semboro, Didik Sumaryono mendirikan Industri Dupa.

Produksi Dupo (Hio) ini dipilih lantaran prospeknya sangat baik, karena masih minim pesaing, khususnya di wilayah Jember, masih jarang, selain itu dupa adalah hasil produksi yang satu kali pakai habis, sehingga produksi ini  terus .

"Dupo sangat dibutuhkan saudara kita di Bali, ini saja kami kewalahan melayani permintaan, di Bali ada 6 rekanan kita,  setiap hari kita harus menyediakan 5 ton" ujar Kades yang akrab di sapa Didik mandor ini di Lokasi gedung sementara industri dengan tersenyum, Senin (18/9)

Ia menjelaskan untuk memenuhi permintaan dirinya harus menyediakan 100 pekerja, oleh karena hingga saat ini pihaknya terus memberi pelatihan pelatihan kepada warganya,  selain warga bekerja di tempat industri yang diberi nama "Dupa Argopuro " ini.

"Diharapkan nantinya warga desa bisa membuat sendiri dirumahnya bahkan memberi pelajaran minimal kepada sanak saudara, dengan begitu saya yakin nanti  bisa menekan tingkat pengangguran bahkan bisa tidak ada, semua aktif dan berpenghasilan,"  jelasnya.

Pemasaran akan dikafer oleh perusahaan yang terletak di Dusun Krajan Kulon, atau nanti akan  dikelola BUM des,  "Artinya BUM des bekerja sama Perusahan "Dupa Argopuro", ya tentunya dupa yang di buat oleh warga sesuai atau sama dengan hasil Produksi Kita," Terangnya.

Untuk hasil kerja karyawannya (honor), untuk harga perkilonya menurut Kades per satu kilonya akan dihargai Seribu rupiah, ia, menjelaskan Selama 3 bulan terakhir dari pendirian industri Dupa, 1 karyawan sudah per hari bisa mencapai 50 hingga 60 kilo gram.

" Untuk sementara Semua bahan Kita Selep di tempat lain tetapi satu naungan ( satu perusahaan) yakni salah satu desa di Kecamatan Bangsalsari, untuk karyawan sini tinggal merekatkan bahan bahan ke Lidi, dan yang terpenting ke Depan Semua karyawan Berasal dari warga desa Semboro,"  pungkasnya.

Sementara itu salah satu pekerja, Siti warga setempat mengaku sangat senang dan merasa terbantu sekali adanya industri Dupa tersebut,  "Alhamdulilah per hari saya bisa mencapai 60 kilo, ya susah bisa dipastikan 60 ribu rupaiah ditangan, " katanya. (yond)

Berita Terkait Industri

Tidak ada komentar: