"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 30 September 2017

TNI Bersama Warga Banyuwangi Nobar Film G 30 S PKI

Banyuwangi , MAJALAH-GEMPUR.Com. Sekitar 150 warga dan TNI Singowignyo Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi, Jumat (29/9)  malam gelar Nobar film G 30 S PKI, dilapangan volly Lingkungan RW 01.

Tampak hadir, Lurah dan Babinsa.  “Film ini diputar guna mengingat sejarah, seperti dikatakan Presiden Ir. Soekarno, Jangan Meninggalkan Sejarah, Selain untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, cinta tanah tanah air”, Demikian Kata Lurah Singotrunan Slamet Hariadi, S.AP, Sabtu, (30/9).

Babinsa Kelurahan Singotrunan, Serda M. Dardiri Nurdin mewakili Danramil 0825/01 Banyuwangi, Kapten Arh. Surahman menyampaikan, film ini juga mengingat tragedi yang pernah terjadi pada tahun 1965 dimana ada suatu gerakan yang dinamakan Gerakan 30 September PKI," ucap Dardiri.

Dikatakan Serda M. Dardiri Nurdin, generasi muda harus mengerti dan mengetahui tentang sejarah tragedi pemberontakan tahun 1965 yang telah membunuh para Jenderal pimpinan Angkatan Darat (AD). pemutaran film tersebut adalah instruksi langsung dari Panglima TNI,” kata Dardiri.

Sebelumnya Kamis (28/9)  juga dilakukan pemutaran film G 30 S PKI oleh warga di Jl. Ikan Tombro Kelurahan Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, malam Acara Nobar ditempat ini dihadiri sebanyak 211 orang. Tampak hadir Kiai Hanan, ketua FPUIB serta pimpinan ormas, Banser plus undangan lainnya.

Lurah Karangrejo, Efendi mengatakan, bahwa pemutaran film ini agar generasi baru yang sebelumnya tidak pernah melihat film ini bisa mengerti dan jangan sampai terjadi kembali sejarah kelam di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sedangkan Danramil 0825/01 Banyuwangi kota Kapten. Inf. Surahman (Danramil 0825/01 Kota) menegaskan, diputarnya film tersebut agar semua mengerti kekejaman PKI, sehingga generasi baru tahu dan memahaminya.  "Tidak boleh lagi ada paham selain Pancasila di negara kita," tandasnya. (kim)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: