"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Jumat, 08 September 2017

Tokoh Agama Jember Tolak Aksi Solidaritas Rohingya Kepung Borobudur

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah tokoh lintas Agama Jember Jawa Timur Kamis (7/9) malam, tolak aksi solidaritas tragedi pembantaian muslim Rohingya dengan aksi mengepung Borobudur.

Pasalnya pengepungan Cagar Budaya yang merupakan salah-satu simbul keajaiban dunia di Indonesia itu, bukan Solidaritas yang tepat. Hal itu dikhawatirkan malah akan menimbulkan pergesekan antar umat beragama di Indonesia yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Hadir dalam Deklarasi itu Ketua MUI, Abdul Halim Subhar, Abdulah Samsul Arifin (Ketua NU), Kusno (Muhammadiyah),  Abdul Mu'is (FKUB), FAX Yiddi Purwa M (Gereja Santo Yusup), I Wayan Wisata Admaja,  (PHDI), dan Ketua Cabang Agama Buddha Jeraweda. Zaenal Aure Dharma.

Menurut Ketua Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Abdulah Samsul Arifin. rencana mengepung candi Borobudur sebagai bentuk protes atas pembantaian muslim di Rohingya, Myannar adalah saluran keprihatinan yang tidak tepat. Karna berpotensi anarkis yang dapat merusak cagar budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Kekerasan oleh warga Budha Myanmar, tidak bisa digeneralisasikan dengan membenci seluruh umat budha lainnya. Selain itu, konflik yang terjadi tidak bisa dilihat murni sebagai persoalan agama. Karna tidak menutup kemungkinan ada motif lain, bisa motif  ekonomi, kekuasaan bahkan perebutan pengaruh”. Jelasnya.

Bentuk solidaritas dengan melakukan aksi kekerasan terhadap umat budha di Indonesia tidak tepat, karna umat Budha di Indonesia tidak tahu menahu dan tidak harus harus bertanggung jawab dengan yang dilakukan umat Budha di Myanmar. Untuk itu umat islam, harus dapat bersikap lebih arif dan bijak.

Upaya diplomasi, pemberian bantuan, dan rehabilitasi pemerintah Indonesia sudah cukup sebagai saluran aspirasi solidaritas. “Jangan langsung menilai masalah tersebut murni persoalan agama, tetapi  harus dilihat yang melatar belakangi agar tidak salah bertindak” Harap Gus Aab.

Ketua Pengurus Cabang Majelis Agama Budha Terawadha Jember, Djaenal Aura Dhama, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menghindari pergesekan antar agama dan kelompok, seperti dengan mempertemukan seluruh pimpinan umat beragama yang diinisiasi Kapolres Jember. Ia  berharap upaya ini bisa dicontoh daerah lain untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. 

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, menegaskan mulai hari ini akan melakukan pengamanan tempat ibadah umat Budha di Jember, “hal ini kami lakukan semata-mata untuk menciptakan suasana dan melakukan pencegahan dini terhadap hal-hal yang tidak diinginkan”, Jelasnya Jumat, (8/9).

“Kami bersyukur tokoh lintas agama bisa menjamin tidak ada pengerahan massa aksi di Borobudur, namun kami tetap melakukan pengamanan di tiga tempat ibadah umat Budha di Jember, beberapa personil kami siagakan untuk pencegahan agar Jember tetap kondusif,” pungkasnya. (edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: