"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, October 13, 2017

Asparagus Jember Gagas Kemandirian Ekonomi Pesantren

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Dengan kesederhanaan dan kemandiriannya, keberadaan Pesantren sejak sebelum kemedekaan hingga kini bisa bertahan dari segala cuaca, situasi dan kondisi apapun.

Bahkan Pesantren juga menjadi salah-satu basis kekuatan besar bangsa bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Demikian ungkap Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief,saat acara Regleksi 1 tahun Asparagus Jember di Pondok Pesantren (Ponpes), AlFauzan Ajung Jember, Jumat. (13/10) malam

Dengan kemandirian, kesederhanan serta keiklasan, para Kiai NU  masa itu, bahkan pesantren jadi  basis kekuatan besar perjuangan merebut kemerdekaan, jadi kesetiaan para Kiai dan Ponpes terhadap Negara tidak bisa diragukan lagi”, Tegas alumni Ponpes Annuqoyah di Guluk-Guluk Sumenep Madura ini.

Untuk itu pengasuh ponpes Silo ini berharap agar nilai-nilai yang dimiliki oleh para kiai terdahulu itu harus tetap dipertahankan oleh para Lora-lora dan Gus-gus ini, kalau tidak maka kita akan kehilangan. “Motto Asparagus, menjaga tradisi menjalin silaturahmi itu sangat tepat”, katanya dalam kegiatan yang digagas Ra Fauzan dan Gus Robith ini.

Pasalnya para kiai benar-benar mandiri , saat Indonesia merdekapun  juga tidak tergantung. “Kekuatan Pesantren itu ada pada Kiai, santri dan masyarakat, sehingga bisa independen, bahkan saat ada pesantren yang nerima bantuan pemerintah,  menjadi sorotan, dan ditinggalkan santrinya” Jelasnya.

Potensi pesantren itu sangat besar, ada 570 lebih di Jember, dan ratusan ribu santri. Potensi inilah yang harus banyak menjadi renungan oleh para Lora-lora dan Gus-gus, memang salah-satu pesantren ada yang kuat dibidang ekonominya, tapi masih belum kebersamaan.

 “Salah-satu contoh, berapa kwintal jumlah kebutuhan beras perhari, berapa banyak buku-buku yang dibutuhkan, dan lain sebagainya. Kalau Asparagus bisa  merajut  potensi ekonomi itu, sungguh akan menjadi sesuatu yang luar biasa, masalah managemen itu bisa dilakukan, ada Unej disini” Harapnya.

Yang penting bagaimana kita tetap merajut potensi yang ada, biasanya para santri itu sangat kreatif, dalam keadaan terjepit akan muncul kreatifitas. Masalah bantuan itu, hanya suplemen, jika bergantung keatas, akan rapuh, tapi kalau kita mandiri akan bisa bertahan.

Oleh karena itu kalu ingin bangkit, pasti bisa,  apa dikelola dalam bentuk koperasi maupun yang lain.  sehingga  pesantren bisa mandiri,  Kalau pesantrean bergantung kepada orang lain, akan seperti ayam Potong, bukan ayam kampung lagi, kalau itu yang terjadi kita kehilangan hasana pesantren yang mandir i.

Ini jadi PR para Gus dan Lora,  Terimaksih, semoga aspirasi ini  bermanfaat, syukur jadi aksi. JIka kemandirian ekonomi pesantren terwujud, insyaallah NKRI ini tetap aman, karena  Para Lora-lora dan Gus-gus ini adalah Putra Kiai  Nahdliyin yang  mengajarkan Islam yang rahmatan lilalamain.

Pastor Gereja Kototlik Santo Yusuf Jember Romo Antonius Denny, O Carm menyambut posisitf diundangnya dalam acara ini,  Dengan datang dalam refleksi 1 tahun Asparagus Jember ini, menurutnya dirinya bisa menjalin komunikasi dan tukar informasi, sehingga tau keberadaan Islam dan pesantren yang sebenarnya.

“Kita semua saudara, kebetulan kami katolik, dan saudara Islam. Perbedaan itu tidak boleh mepecah belah, jadikanlah perbedaan ini keindahan, Dengan bertemu, kita bisa saling menghargai, berusaha mengenal pesantren agar kami tidak takut sama kiai dan kyai tidak takut sama kami.’ Jelas Kepala Sekolah SMAK Santo Paulus Jember ini.

Bahkan hidup sederhana itu ia dapat dari pesantren, “kesederhanaan ini kami peroleh dari pesantren. Kini kami memang fokus pada leterasi media, agar tidak  ditepu media yang menghasut Islam dangan Kami,  untuk itu kita siap berdiskusi, baik diundang maupun mengundang”, Pungkasnya. (eros/edw).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: