"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, October 14, 2017

DLH Jember Sulap Sampah Menjadi Karya Berharga

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jember, Jumat (13/10) latih 40 tenaga kebersihan atasi sampah menjadi nilai ekonomis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari Jember.

“Anggapan masyarakat selama ini untuk mengatasi sampah adalah tugas pemerintah, padahal untuk mengatasi sampah itu tugas bersama antara masyarakat dan pemerintah, mulai dari hulu hingga hilir, pengertian hulu adalah rumah tangga dan hilirnya di TPA ini,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arismaya.

jika managemen sampah bisa diatasi, maka TPA tidak lagi dibutuhkan, ini bisa diatasi dengan sistem 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) dimana rumah tangga berusaha mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu dibutuhkan seperti kantong plastik, Reuse yaitu memanfaatkan kembali dan Recycle Mendaur ulang kembali.

“Kalau masyarakat bisa menerapkan 3 R tadi, tentu persoalan sampah akan teratasi, makanya ketika ada yang mengatakan TPA membutuhkan lahan baru, bupati justru meminta untuk tidak ada perluasan, bila perlu lahan TPA dikurangi, dan ini sudah terjawab kalau kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk mengatasi sampah muncul,” jelasnya.

Oleh karena itu sebulan sekali kita latih 40 petugas kebersihan “Mereka ini nanti yang akan ditugaskan ke tiap-tiap kelompok di masyarakat dan ibu rumah tangga memberikan pelatihan, jadi sebelum terjun mereka kita bekali dulu bagaiman menjadikan sampah bernilai ekonomis,” tambah Arismaya.

ada beberapa ketrampilan yang dibuat dari botol bekas plastik menjadi kerajinan yang unik dimana botol bekas plastik disulap menjadi lampu hias, tidak hanya itu, beberapa sampah organik juga sudah mulai dibuatkan boks atau kotak-kotak yang ada di gudang untuk dijadikan pupuk kompos dan budidaya jamur, serta beberapa hiasan lainnya.

Bahkan KLH terus berbenah dengan perubahan-perubahan di area TPA, jika sebelumnya tentu orang akan jijik datang ke TPA, tapi sekarang kini, banyak sekali perubahan, tempat ini lebih asri, dan tumpukan sampah sudah mulai berkurang, bahkan Arismaya mengaku bahwa KLH  sudah memiliki ruang edukasi pengolahan sampah,

“Kalau di TPA saja sebagai hilir bisa sebagus ini, apa tidak bisa untuk di kampung-kampung atau rumah tangga yang merupakan hulu dari sampah bisa lebih baik,?” Ujar Arismaya sambil mengajak wartawan ini keliling tempat tempat yang dijadikan pengolahan sampah bernilai ekonomis. (edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: