"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, October 26, 2017

Jasad TKW Disambut Tangis Histeris Keluarga Di Jember


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kedatangan jenazah TKW disambut histeris keluarga ndi Jember, pasalnya almarhumah  merupakan tulang punggung keluarganya setelah suaminya mengalami gangguan jiwa.

Tangis histeris keluarga pun pecah begitu peti jenazah korban Sutiyana usia 44 tahun dikeluarkan dari mobil ambulan untuk disemayamkan di rumah duka di desa tisnogambar, kecamatan bangsalsari pukul 2 kamis (26/10) dini hari.

Bahkan ada yang sampai jatuh pingsan. Tenaga Kerja Wanita  (TKW).  Mohammad Syafrudin Kakak korban menerangkan, Sutiyana meninggal dunia Senin (23/10) malam lalu dan sempat menjalani rawat jalan di salah satu rumah sakit di Malaysia, namun keluarga tidak tahu pasti sakit apa yang dideritanya.

Sutiyana mengadu nasib ke malaysia sejak dua bulan lalu, dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di wilayah kelang malaysia demi untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dan biaya pendidikan dua putrinya Devi (8) dan Desy (5), setelah suaminya Muqid tidak lagi bekerja akibat mengalami gangguan jiwa.

Sebelumnya berangkat menjadi TKW sutiyana cukup sehat dan tidak memiliki riwayat sakit keras, kontak terakhir keluarga dengan korban terjadi sekitar dua minggu lalu, saat itu korban mengabarkan jika kondisinya baik-baik saja. Syafrudin mewakili keluarga, Berharap pemerintah membantu menyelesaikan pengurusan administrasi, sekaligus hak-hak almarhum sebagai seorang tkw.

Sementara H.Misbahussalam Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Jember, hadir langsung ke rumah duka di Desa Tisnogambar, Bangsalsari. Mereka hadir memberikan santunan kepada ahli waris dan membantu kepulangan jenazah. 

Ketua Baznas Jember, H Misbahussalam, mengaku ikut berduka dan bersedih. Terlebih saat melihat kedua anak perempuan yang masih kecil. Masih duduk di bangku TK dan kelas 1 SD. "Pendidikan anaknya akan kami bantu," janjinya. 

Seperti program Baznas Jember, memiliki program Yatim Mandiri. Sebuah program pemberdayaan anak yatim di seluruh Kabupaten Jember. "Anak almarhumah akan kami back up," katanya. 

Kehadiran pengurus Baznas, juga menjemput administrasi kedua anak almarhumah, yang bernama Dewi Masyitoh (7 tahun) dan Desi Fauziyah (6 tahun), untuk dimasukkan dalam santunan anak yatim. 

Misbah, juga berharap ada pihak lain yang dapat membantu anak dan keluarganya. "Supaya keluarga almarhumah yang miskin dan terlilit hutang bisa diringankan bebannya, harapnya ada pihak lain yang membantu," pungkasnya. (edw).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: