"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, October 25, 2017

Kemenag Situbondo Terus Benahi Mutu Pendidikan Madrasah

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Picu Prestasi dan Penuhi Standar, Kementrian Agama (Kemenag) Situbondo terus melakukan berbagai terobosan untuk pembenahan mutu Pendidikan Madrasah.


Hal ini dilakukan agar Madrasah tidak dipandang ‘jauh dimata sekaligus jauh di hati’ sebelah mata, bahkan bisa bersaing dengan lembaga pendidikan umum lainnya. Pasalnya sebagian  masyarakat khususnya di Situbondo, terutama yang tinggal di daerah terpencil.

Mereka masih menganggap keberadaan madrasah di bawah sekolah-sekolah umum, baik aspek sarana, prasarana maupun mutu pendidikannya. Akibatnya Madarasah termarjinalkan yang berdampak masyarakat enngan menyekolahkan anaknya, terutama yang berekonomi menengah keatas.

Image itu tidak boleh diabaikan, karena membuat orang terpengaruh. “Tentu saja perubahan image ini tidak bisa serta-merta terwujud manakala persoalan-persoalan kesadaran masyarakat tidak terbangun”. Demikian diungkapkan  Kepala Kemenag Situbondo, Jawa Timur, Drs Atok ILLah, Rabo (25/10).

Memang banyak siswa-siswi madrasah berasal dari keluarga petani dan keluarga ekonomi rendah. “Motivasi rendah, sikap pasif dalam belajar serta kurangnya kesadaran pada pendidikan yang berorientasi ke masa depan merupakan kendala yang dihadapi dunia pendidikan madarasah” Terang Atok.

Minimnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan seperti ruang belajar, perpustakaan dan laboratorium serta rendahnya kualifikasi guru dan kepala madrasah, merupakan faktor lain. Untuk  itu, Kemenag melakukan pembinaan intensif kepada penggiat pendidikan melalui pemberdayaan Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

Proyek Perubahan Program Pendidikan Islam di Situbondo akan menjadi bagian rapat kordinasi dengan Kakanwil Kemenag, juga perubahan dan inovasi yang melibatkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Balai Diklat Keagamaan serta seluruh perwakilan dari madrasah.

Kepala Bidang Pendis juga akan melakukan perubahan program pembinaan mengenai cara mengelola madrasah yang baik, menciptakan suasana yang kondusif dan sebagainya.  “Sedangkan untuk guru, akan diberi materi kurikulum, metode mengajar, strategi pembelajaran dan lain sebagainya”, jelasnya.

Sedangkan untuk sarana dan prasarana akan di kordinasikan dengan kakanwil kementrian agma provinsi  untuk  melakuikan rapat kordinasi rehabilitasi /membangun gedung gedung khusus madrasah tingkat MI di daerah terpencil atau pelosok desa akan diajukan Ke kakanwil kemenag pusat.

Dengan sejumlah terobosan itu, bahkan, Madrasah sudah nampak peningkatananya terutama di perkotaan, mereka sudah mampu berkompetisi, karena melakukan peningkatan kinerja kepala madrasah, profesionalisme guru, penambahan kelengkapan sarana dan prasarana serta pembinaan siswa.

Implementasi model management ini, semakin berat tugas dan tanggung jawab kepala beserta jajaran guru dalam pengelolaan sistem pendidikan madrasah akan lebih di terapkan sehingga peningkatan kinerja kepala dan peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu program prioritas.

Upaya ini untuk meningkatkan kinerja kepala madrasah dilakukan agar mampu manjalankan fungsinya dalam merencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengendalian (controlling), sehingga dapat memiliki visi ke depan dalam meningkatkan mutu madrasah.

“Kepala Madrasah harus aktif, kreativ dan inovatif, mampu menciptakan suasana kondusif, mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan serta dituntut memiliki ide-ide cemerlang, disamping kemampuan merangkul, melobi, bekerja sama, mengkoordinasikan dan mengarahkan semua komponen madrasah”, jelasnya.

“Jika pengelola madrasah tidak hanya berpangku tangan menanti bantuan, bahkan mampu membuat jejaring (networking) dengan berbagai pihak, dan mutu pendidikannya bisa bersaing, Saya yakin masyarakat tidak enggan lagi menyekolahkan anak- anaknya di Madrasah” Pungksasnya. (edo)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: