"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, 2 October 2017

Mediasi Gagal, Kasus Penganiayaan Di Jember Jalan Terus

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mediasi pengurus PSHT Jember dan perwakilan korban Senin (02/09), atas penyerangan dan pengrusakan rumah di Jl. Gajah mada 23 Kaliwates, hingga tak sadarkan diri, gagal.

Lantaran mediasi yang difasilitasi Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo di ruangannya ini tidak ada kata sepakat, maka proses hukum kasus penganiayaan dengan cara pengeroyokan oleh puluhan remaja yang diduga melibatkan anggota PSHT ini berlanjut, kasusnya diserahkan ke pihak yang berwajib.
“Untuk kasus ini, kita mengamankan Tujuh orang tersangka, perkaranya tetap proses sesuai prosedur. Terkait rumah yang di rusak, dari pengurus PSHT memohon maaf kepada lingkungannya yang merasa terganggu dan akan memperbaiki dengan cara kerja bhakti dari PSHT" ungkapnya.

Hari ini pengurus PSHT akan membesuk korbannya, dan akan ada itikad baik dari PSHT.  "Sementara untuk kasusnya mereka menyerahkan kepada kepolisian untuk diselesaikan secara profesional, prosedural dan menjunjung tinggi supremasi hukum. "Jelas Kapolres.

Menurut Ketua PSHT Jember H. Jono Wasinudin, S.Kep mengatakan yang jelas bila itu dilakukan orang organisasi PSHT jelas ada sangsinya,  yakni sangsinya berupa teguran, diambil morinya, kemudian bahkan kalau memang tidak berubah Akan di pecat. 

"Kejadian itu memang kesalah pahaman, jadi informasi yang masuk pada saudara-saudara kita ternyata ada begal atau maling sepeda motor, jadi pada saat pulang dari pengesahan acara terakhir ada yang nyampaikan ada begal, ada saudara kita yang sepeda motornya di begal pada saat itu” Jelasnya.

Setelah dicari sepeda motornya di depan Indomart tidak ada, hingga di cari sampai masuk gang, “Yang jelas ini kesalah pahaman dan kita sudah berusaha untuk mohon maaf kepada masyarakat kaliwates kemarin ada H. Sulis kemudian ada tokoh pencak silat yang ada disana, seharusnya PSHT tidak seperti itu" katanya.

Menurut H Sulis sebenarnya tidak ada begal. Cuma kita menyesal kok sampai terjadi penganiayaan dan pengrusakan apalagi sampai salah-sasaran. "Saya berharap kasus ini diproses secara hukum, jadi tidak ada pandang bulu itu siapa dan siapa, yang penting proses hukum secara benar,", terangnya.

Untuk itu ia menghimbau kepada perguruan tersebut agar kedepan tidak terjadi lagi hal seperti ini harapan saya. "Saya berterima kasih kepada kepolisian yang telah cepat menangani permasalahan ini dan bisa berlangsung damai" Ucap Ketua RW teesebut. (edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: