"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, October 17, 2017

Pembayaran DO Petani Tebu PG Situbondo Tersendat

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah Petani Tebu Situbondo, Jawa Timur mengeluhkan tersendatnya pembayaran DO dari Pabrik Gula (PG), yang hingga beberapa bulan belum terealisasi.

Menurut Petani Tebu bahwa  hal ini terjadi sudah tiga bulan terakhir yaitu semenjak terlambat sejak periode 10, 11 dan 12. Padahjal  mereka membutuhkan uang modal untuk menggarap atau menanam kembali tanaman tebu yang sudah di panen tahun ini.

"Tersendatnya pembayaran DO sering, Ini berakibat pada proses biaya garap tebu juga terhambat , sehingga biaya muat tebu tidak terbayarkan petani terpaksa menjul ternak sampai menggadaikan perhiasan, sertifikat  maupun BPKB mobil dan sepeda motornya” ungkap petani Tebu Dayat, Selasa (17/10).

Biasanya setelah seminggu tebu petani digiling di pabrik gula sudah menerima pembayaran DO (delivery order), periode berikutnya 13, sampai 17 juga belum juga  terbayar. Para petani tebu meminta pemerintah mencari solusi terbaik agar petani segera mendapatkan uang hasil panen tebunya.

Sementara itu, melalalui Via celulernya kepada petani, anggota DPR- RI  Ir M Nasim Khan,  mengatakan, berdasarkan dari laporan keluhan dari petani Situbondo, pada  tanggal 18 oktober besok, komisi IV DPR – RI akan memanggil Bulog dan PTPN XI untuk membahas DO.

“ Selama ini saya banyak menerima laporan dari petani Situbondo yang mengeluhkan tentang masalah DO belum terbayar, termasuk semua usulan saya beberapa waktu lalu sudah koordinasi dengan pihak PTPN XI tentang DO petani yang belum keluar” jelasnya,

General Manajer PG Asembagus, Achmad Barnas menjelaskan, belum bisa membayar, di sebabkan gula masih belum terjual.  “Pembayaran hasil panen tebu dibayarkan satu periode, namun sampai saat ini sudah  lima hampir enam periode belum terbayar, dan dana talangan PG sudah habis" ujarnya.

Lebih jauh Barnas menjelaskan, bahwa tersendatnya pembayaran  "DO" milik petani tebu juga dikarenakan, yang sebelumnya Bulog berencana akan membeli gula milik petani, namun hingga saat ini ternyata masih juga belum ada kejelasan. (edo)

Berita Terkait Pertanian

No comments: