"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 03 Oktober 2017

Polres Jember Ungkap Perdagangan Ribuan Benih Lobster

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Polres Jember kembali ungkap kasus perdagangan Biby Lopster (Benur) berbagai jenis, oleh  SR (43 tahun) warga dusun Mandaran Watu irung Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Sejumlah Barang Bukti (BB) didapat dari para nelayan, rencananya akan dipasok keluar kabupaten Jember sampai keluar Jawa Timur, “Namun kasusnya masih dalam proses pengembangan”. Demikian diungkapkan Wakapolres Jember Kompol Edo Setya Kentriko, dalam rilisnya di Mapolres Jember, Selasa (3/10)

Menurutnya, penangkapan berkat informasi masyarakat, bahwa ada peredaran bayi lopster yang tidak sesuai dengan ketentuan atau dilarang Undang-undang, “Kemudian Resmob Polres Jember melakukan penyelidikan, ternyata benar dan menangkap tangan pelaku” Jelasnya

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1200 bibit lopter  jenis mutiara, dan 405 BB lopster jenis pasir, serta 800 ekor binih lopster lainnya. Kemudian kita  berhasil disita 1 pak tempat penampungan bayi lopster, 1 set alat gelembung dan dua bendel plastik dan karet gelang.

“Rencananya BB, sore ini akan kita lepas, sebagian kita sisikan untuk kepentingan penyidikan, Atas perbuatannya tersangka akan kita jerat dengan Undang-undang 31 tahun 2004 tentang perikanan, pasal 92 dan pasal 88 dengan ancaman 8 tahun dengan denda maksimal 1.5 milyar”, Pungkasnya.

Koordinator karantina ikan Kementrian Perikanan dan Kelautan wilayah Jember, R. Sony Febryanto menyampaikan bahwa kasus ini di Jember terjadi sudah yang ke 4 kalinya, pertama di Tempurejo, Jenggawa dan Ambulu. Untuk ini sudah yang ke empat.”Total semua lebih dari 50 ekor” Jelasnya.

Kebanyakan jenis lopter ini berada di Pantai Selatan seperti Banyuwangi, Puger, Malang, lombok, “Sebenarnya dinas perikanan setempat sudah melakukan sosialisasi bahwa penjualan lopster ini dilarang.

Menanggapi rencana pelepasan hari ini Febryanto menyakinkan bahwa setelah dilepas nanti bibit lopster akan bisa hidup, pasalnya kondisinya masih sehat. “Alhamdulillah kondisinya masih sehat, sehingga saat dilepaskan nanti binih ini akan bisa hidup” Katanya. (eros)

Berita Terkait Kriminal

Tidak ada komentar: