"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, 22 November 2017

Jembatan Penghubung Dua Desa Di Jember Ambrol

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Jembatan penghubung dua desa  di Dusun Karang anyar, RT/RW 4/5, Desa Karangrejo dan Dusun Krajan, Desa Menampu, Gumukmas, Jember, Selasa, (21/11) malam, ambrol.

Ambrolnya Jembatan berukuran lebar kurang lebih 2,5 meter dan panjang 20 meter tersebut dikarenakan aliran sungai anakan besini meluap akibat hujan selama hampir 2 hari. Beruntung saat kejadian tidak ada warga yang melewati jembatan beton tersebut, sehingga tidak sampai menelan korban jiwa. 

Akibatnya banyak warga dan para pelajar yang hendak ke sekolah, mengeluh, karena untuk mencapai akses desa sebelah harus memutar dan menempuh waktu lama, “Padahal biasanya hanya 10 menit, namun kini hingga 20 menit karena memutar hingga 2-5 KM”. Keluh Suwanto, (61), Warga Dusun Karang anyar

Menurutnya jembatan ini menurutnya berasal dari Baksos salah satu partai dan ini sudah mereka nikmati 6 tahun hingga ahirnya pada selasa malam putus akibat terkena luapan air dan juga kotoran yang disebabkan oleh kubikan bambu dari hulu yang tersangkut dibawah jembatan, ujarnya.

Keluhan senada juga diungkapkan, Mama Jemmy, untuk  dirinya sangat berharap kepada pemangku kebijakan agar segera membangun jembatan putus tersebut karena jalan ini adalah urat nadi penghubung kedua desa yaitu Desa Karangrejo dan Menampu” haraonya. 

Kepala Desa Karangrejo Moh Nurul huda yang datang kelokasi pada Rabu, (22/11) siang untuk meninjau lokasi jembatan putus berjanji akan segera berkoordinasi dengan kepala desa Menampu untuk tindak lanjut kedepan agar akses jembatan ini bisa di bangun seperti semula, pungkasnya. 

Selain pihak warga yang berkumpul di lokasi, pihak Muspika kecamatan Gumukmas juga datang dan meninjau langsung lokasi untuk memberikan wawasan kepada warga sekitar yang sementara terisolasi dan harus memutar jauh untuk mencapai desa sebelah. (edw)

Berita Terkait Peristiwa

No comments: