"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, 18 November 2017

Meluruskan Berita Di Medsos, Polres Jember Panggil Mahasiswa Asal Papua

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kepolisian Resor Jember, memanggil  empat Mahasiswa Jember, Jawa Timur, yang mengaku mengalami pemukulan yang dilakukan oknum aparat keamanan di asramanya.

Pemeriksaan ini lantaran, telah beredar luas pemberitaan tentang pengrebekan dan penyerangan di Media Sosial (Medsos) atau Facebook, tentang aparat gabungan TNI dan Polri Jum'at (17/11) Malam, dan melakukan pemukulan dipastikan adalah berita tidak benar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, menurut Wakapolres Jember Kompol Edo Satya Kentriko, bahwa sebelumnya telah terjadi Kesalahpahaman antara Mahasiswa asal Papua ini dengan warga setempat. Demikian ungkap, Kompol Edo usai melakukan pemerikasan Mapolres Jember Sabtu (18/11) malam.

Sehingga aparat gabungan TNI dan Polisi yang saat itu sedang Patroli rutin di Kawasan Kampus, mengetahui berusaha untuk mendamaikan, namun proses mediasi antara kedua belah pihak, dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan menyebarkan berita bohong di Media Sosial Facebook.

Pernyataan tersebut diamini Ketua Ikatan Mahasiswa Asal Papua, Edmodus Bawor, perwakilan dari Mahasiswa Asal Papua di Jember, mengakui bahwa adanya kesalahpahaman dengan warga setempat, namun telah diselesaikan dengan kekeluargaan.

Sementara itu Nikson Sesepuh Warga Asal Papua yang di Jember, Berharap bahwa kejadian ini menjadi pelajaran yang berharga, agar Mahasiswa asal Papua tidak terpancing dengan pemberitaan dan menyebarkan berita di Media Sosial yang belum dipastikan kebenaranya.

Sebelumnya, beredar di Media Sosial, empat Mahasiswa asal Papua digrebek dan dipukuli aparat gabungan TNI dan Polri, hingga empat orang seolah-olah terluka, yakni Niko Angki dan Page Ginuny mengalami luka dikepala, Yaris Karoba mengalami luka di wajah dan Franz Jigibalom diintimidasi aparat. (edw).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: