"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, November 3, 2017

Pernikahan Usia Dini Berisiko Terkena Kanker Serviks

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Salah satu faktor tingginya angka kasus kanker serviks adalah pernikahan dini, sehingga perlu ada sosialisasi masif agar menunda usia pernikahan anak-anak perempuan mereka.

Kasus kanker leher rahim di Indonesia tercatat cukup tinggi. Setiap tahun terjadi sekitar 21 ribu kasus, sehingga Indonesia menempati nomor dua tertinggi di dunia.  Pada 2014 lalu, lebih dari 92 ribu perempuan Indonesia meninggal karena kanker dengan 10,3 persen di antaranya karena kanker serviks.

Demikian kata Anggota Komisi 9 DPR RI, Ayub Khan, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Balai Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, Jum’at (3/11/2017).

Faktor lain adalah karena tidak adanya proses pemantauan sejak dini. Untuk itu perlu disampaikan cara pencegahannya, agar bisa ditekan. “Saya mengimbau agar kaum muda menghindari pernikahan dini. Idealnya, usia menikah bagi wanita adalah 21 tahun dan 25 tahun untuk pria," Jelasnya.

Kepala BKKBN Kabupaten Jember Supri Handoko, memperkirakan sebanyak 40-50 kasus serviks baru terdiagnosa setiap harinya. Dan setiap satu jam satu orang perempuan meninggal. Risiko kanker serviks semakin meningkat ketika seorang perempuan menikah di usia yang belum mencapai 16 tahun.

“Peningkatan risiko itu disebabkan oleh sel-sel mukosa pada serviks seorang perempuan yang berusia di bawah 16 tahun belum matang. Idealnya, usia pernikahan bagi seorang wanita adalah 21 tahun, sedangkan untuk  pria adalah 25 tahun,” terangnya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari kampanye untuk memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi. Ayub berjanji akan terus menyosialisasikan pendewasaan usia perkawinan pada seluruh masyarakat agar ancaman kanker serviks tersebut bisa dicegah. (eros)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: