"Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018. Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018.Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018"
Custom Search

Sunday, 10 December 2017

Buru Harta Karun Soekarno, Tiga Warga Jember Tewas Terkubur

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Buru harta karun Ir Soekarno, 4 warga Kemiri Songo Desa Lampeji Mumbulsari Jember, Jawa Timur Minggu (10/12) terkubur dalam lobang  yang dibuatnya sendiri di lereng gunung Jubang.

Tiga orang dinyatakan Tewas terkubur, satu lainnya dinyatakan Kritis. Ke empat orang yang terjebak masing-masing adalah Taufik (40), Bari (18), Fredy (27) ketiganya warga Dusun Sanggar Desa Suboh Pakusari Jember, dan Wardi (57) warga Desa Jatian Pakusari Jember.

“Saat ini kami bersama TIM masih di lokasi, dan semua korban sudah berhasil dievakuasi, dimana 3 meninggal dan satu dalam kondisi kritis, semua korban sudah dibawa ke RSD dr. Seobandi untuk dilakukan visum dan penanganan lebih lanjut,” ujar Dandim 0824 Jember Letkol. Inf Rudianto. Minggu (10/12) petang

Informasi yang berhasil dirangkum media ini, ke empat korban datang ke lokasi bersama dengan 8 warga lainnya, sedangkan 4 warga berada di luar lubang, setelah melaporkan kejadian ini, ke empatnya masih belum diketahui keberadaanya. 

Ada yang mengatakan bahwa ke 8 warga asal Pakusari membuat lubang untuk mencari harta karun milik Presiden RI Soekarno, namun ada yang mengatakan bahwa korban adalah penambang emas liar.

Dugaan sementara, korban meninggal setelah masuk ke dalam lubang yang digalinya sendiri sejak Minggu 3 Desember lalu dengan kedalaman lubang sedalam 10 meter, sehingga membuat 4 korban yang terjebak dalam lubang kehabisan oksigen.

Peristiwa ini ramai di group media sosial Info Warga Jember (IWJ), bahkan postingan peristiwa ini mendapat tanggapan 1,2 ribu nitezin setelah dua jam diunggah, “Memang di bukit Jubang itu ada aktivitas penambangan emas liar, warga disini sudah berkali-kali protes agar penambangan emas itu ditutup, bahkan warga sudah melaporkan kegiatan penambangan ilegal ini ke pihak berwajib tapi tidak ada respon,” ujar netizen dengan akun jakfarshodik.

Guna mengantisipasi kejadian terulang, petugas memasang garis polis line dan melakukan olah TKP, “Saat ini TKP sudah di garis police line, dan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan, guna mencari penyebab peristiwa yang menewaskan 3 warga asal Pakusari,” pungkas Dandim. (edw).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: