"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 23 December 2017

Diduga Karena Lapuk, Atap Rumah Warga Situbondo Ambruk

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Diduga bangunan lapuk, rumah semi permanen yang dihuni 1KK (2 jiwa), yakni Sugianto (41) bersama anaknya yang bernama Farel (5). Hari Sabtu (23/12), ambruk.

Saat robohnya atap teras depan rumah semi permanen tersebut, nyaris menimpa anaknya sendiri,  Farel yang masih berusia  5 tahun tersebut sedang bermain di teras.  Beruntung saat itu Farel, sedang berada di sebelah barat teras. Sehingga atap yang dari seng tersebut tidak mengenai tubuhnya.

Sementara Sugianto saat kejadian, sedang di dalam rumahnya. Robohnya atap teras depan rumah warga dusun Tanggul Angin Rt. 02 Rw. 02 Desa Gunung Malang Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo, terjadi sekitar pukul 10.35 Wib, saat cuaca cerah atau tidak terjadi hujan dan angin kencang.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan membantu dengan bergotong royong membrsihkan puing-puing atap teras yang roboh tersebut. Adapun kerugian yang dialami korban, ditafsir 5 ,juta rupiah.

Menurut saksi mata yang juga masih tetangga korban yang enggan disubut namanya bahwa pemilik rumah hidupnya hanya bersama anaknya yang masih sekolah TK dan sudah cukup lama Sugianto tidak bekerja karena mengalami ganguan penglihatan dan menderita penyakit diabetes.

Sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya Perangkat desa setempat, forkopimka setempat, instansi terkait, polres/kodim situbondo, tim petugas sedang membersihkan puing -puing bangunan ynag hancur total itu.


" Tim kami lagsung begerak cepat ke lokasi dengan melibatkn unsur apara polsek setempat, kepala desa dan warga untuk membantu membersihkan reruntuhan rumah , namunnkejadian ini tudak ada korban jiwa" ungkap Taufik hidayat , kepala pelaksana BPBD Situbondo. (edo).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: