"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, 3 December 2017

Pelatihan BLS Di Jember Dapat Penghargaan MURI

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pelatihan Basic Life Support (BLS) di GOR PKPSO Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timru meraih rekor MURI dengan katagori peserta Pelatihan BLS terbanyak.

Pelatihan ini untuk pemberikan pertolongan pertama untuk orang yang tidak sadarkan diri ini diikuti ribuan peserta. "Total pesertanya sejumlah 2.548 peserta," terang staf MURI, Anastasya Siregar, setelah memberikan piagam penghargaan MURI kepada Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., Minggu (3/12).

Menurutnya, prestasi ini berhasil menumbangkan prestasi sebelumnya yang diraih Universitas Sriwijaya dengan peserta total 1.903 orang. Basic Life Support (BLS) adalah cara memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat, seseorang bisa terselamatkan pada 5 menit pertama dengan pijat jantung

Menurut Bupati Jember dr Faida, MMR bahwa prestasi ini adalah prestasi masyarakat Jember. Pemkab. melalui Dinkes bersinergi Ikatan Dokter Indonesia berinisiasi untuk melatih masyarakat agar menguasai teknik BLS. "Kini Jember sudah punya ahli-ahli BLS untuk menolong sesama dalam kondisi darurat," Jelasnya.

Hal senda disampaikan Ketua Panitia, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Suryono."Kondisi darurat dengan terhentinya jantung bisa terjadi dimana saja, maka dari itu, tidak hanya tenaga kesehatan, justru masyarakat awam harus bisa teknik BLS ini," ungkapnya.

Caranya, diawali dengan menepuk pundak orang yang tidak sadar untuk memastikan atau mengidentifikasi apakah benar-benar tidak sadarkan diri. "Ditepuk beberapa kali sambil dipanggil, jika tetap tidak ada respon, maka berteriaklah untuk meminta tolong untuk mengaktifkan sistim emergency," urainya.

Saat itulah bisa dilakukan pijat jantung dimana untuk mengetahui lokasinya, dengan membagi dua tulang dada, bagian terbawah tepat ditemgah. "Disitulah lokasi pijat jantung, Ditekan seperti memompa sedangkan untuk kecepatannya yaitu 100-120 kali permenit dan tidak boleh terputus-putus," punkasnya.

Salah satu peserta, warga Desa Sabrang, Ambulu, Supiyanah mengaku pertama kalinya mempelajari teknik untuk pertolongan pertama. "Saya bersyukur, ini ilmu baru bagi saya, harapan saya bisa menolong sesama pada waktu-waktu emas tersebut," ungkap Supiyanah kepada media ini. 

Tampak hadir dalam kekeatan tersebut, Ketua Ikatan dr Indonesia (IDI) Jember dr Indro, dr Kepala Dinas Kesehatan Prof Jatim. DR dr Khohar Hari Santoso. Sp.An.KIC.KAP dan Kepala BPJS Regional jatim. Handaryo, serta peserta Kader, Sopir angkot, Sopir ambulan. TNI/ POLRI. Pekerja sosial,  Tagana. (edw).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: