"Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018. Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018.Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018"
Custom Search

Saturday, 6 January 2018

Harga Sembako di Situbondo Masih Tinggi Pasca Natal dan Tahun Baru

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pasca Natal dan tahun baru 2018, harga sembako, di sejumlah Pasar Tradisional Situbondo Jawa Timur mengalami kenaikan harga, seperti ayam, sayur, cabai, dan beras.

Pantauan dipasar tradisional Sabtu (6/1/2018) Harga cabai merah keriting, sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, setelah tahun baru naik menjadi Rp 35 ribu, untuk cabai rawit Jawa yang sebelumnya Rp 50 ribu per kilogramnya, kini mengalami kenaikan menjadi Rp 55 ribu hingga 60 per kilogram.

Warni (34), salah satu penjual cabai di Pasar panji, mengungkapkan, harga cabai cenderung terus naik. Meski demikian, kenaikan harga cabai tak lantas mengurangi daya beli secara signifikan."Harga cabai sekarang naik terus, tapi tetap ada pembelinya sih," ucapnya.

Adapun harga bawang merah juga belum stabil. Menurut Awariyanto, salah satu penjual, sebelumnya 20-22 ribu per kilogram, kini naik di angka Rp 23 ribu.  Hal senada diungkapkan, Awariyanto dan Ningseh , pedagang dipasar Mangaran,kecamatan Mnagaran, harga bawang merah 26 - 28  ribu, padahal sebelumnya Rp 25, ribu.

"Saya enggak tahu kenapa naik, saya beli dari sananya segitu, harga bawang putih stabil d kisaran  angka Rp 25 ribu per kilogram dan bawang bombai Rp 18 ribu per kilogram. Untuk sayur-sayuran hijau juga mengalami kenaikan, dari Rp 3 ribu, menjadi Rp 5 ribu.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Situbondo (Disperindag) Agus Sutiono mengatakan,  tidak ada pengaruhnya dengan pasca tahun baru, justru perubahn iklim cuaca yang tidak menentu salah satu faktor penyebabnya.

 Akibatnya tingkat produktifitas sejumlah tanaman pangan dan bahan polok, tidak maksimal. “Dengan kondisi itu tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi sejumlah pasokan bahan bahan pokok, sehingga  tidak bisa maksimal, dan terjadi fluktuasi harga”, Jelasnya. (edo)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: