"Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018. Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018.Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018"
Custom Search

Friday, 5 January 2018

Nenek Lumpuh Sebatangkara Di Situbondo Hidup Di Gubuk Reyot

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR. Com. Mbainem, seorang nenek 85 tahun, puluhan tahun tinggal seorang diri di gubuk reyot di kampung DAM, rt 02/rw 01 Desa Sumberkolak, kecamatan Panarukan, Situbondo.

Menurut Titis, bahwa warga sekitar tidak ada yang tahu asal-usul nenek yang tinggal digubuk berukuran 2 meter persegi, warga hanya tahu kalau MbaInem adalah seorang pendatang yang tinggal di lingkungannya,  Namun, lantaran usianya yang sudah renta dan pikun, Mbainem kerap kali tak menjawab ketika di ajak komunikasi.

Berjalannya waktu kini usianya yang sudah mengikis kondisi fisiknya  Mbainem mengalami kelumpuhan sejak 4 tahun yang lalu. "Warga tidak ada yang tahu dari mana asal -usul Mbainem, dan belum pernah menanyakan langsung dari mana asalnya mbainem," katanya Jumat, (05/01).

Informasi yang dihimpun dari beberapa  warga, aktivitas sehari-hari nenek sewaktu sehatnya hanyalah duduk-duduk di dalam gubuk. Sesekali dengan tubuhnya ang kurus , ia keluar berjalan-jalan ke warga yang tak jauh dari gubuknya. Namun semenjak lumpuh,  Mbinem memaksa berjalan ngesot .

Gubuk yang ditempati terbuat dari gedek itu memprihatinkan. Selain sempit, juga lapuk. Jika hujan, air masuk hingga membasahi nenek yang berteduh. “Untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari dicukupi para tetangga yang peduli. Tapi, kelihatannya dia sudah jarang mandi semenjak lumpuh,” ujar Titis,

Ketua DharmawIta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Situbondo (BPBD), Ibu Taufik Hidayat  bersama sukarelawan kemanusiaan lainnya Jumat Pagi, (05/01), turut melihat secara langsung betapa susahnya Mbainem  yang hanya terbaring lumpuh digubuk yang tidak layak huni ini.

Bagi saya ini adalah panggilan hati mas, oleh karenanya, Kami datang melihat kondisi Mbainem yang hanya bisa terbaring didalam gubuk yang amat mengenaskan dan tidak manusiawi Kami bersama pegiat -pegiat sosial dan sukarelawan peduli dan ingin membantu memoerbaiki  gubuk Mbainem agar lebih layak ditempati,” jelasnya.

Menurutnya, dirinya sudah mempunyai solusi atas masalah itu ialah segera merawat Mbainem dan siap memberi makan serta kebutuhan lainya . “Usia segitu, sudah saatnya dipelihara oleh negara. Termasuk ini tugas kita dan kewajiban kita sebagai manusia untuk membantu Mbainem ,” pungkasnya.

Sementara di lokasi,  petugas medis  dari Puskesmas Panarukan , Situbondo  turut membantu untuk intensifitaskan kondisi kesehatan Mbainem. Kepala Puskesmas Panarukan , Situbondo dr. Sdharmono mengatakan, setelah diperiksa secara intensif atensi darah Mbainem normal namun  kondisi fisik kurang stabil karena  kurus.

Lebih lanjut Sudarmono mengatakan pihaknya akan terus  membantu intensifkan kesehatan Mbainem. "Kalau dari segi atensi darah normal, kelumpuhan yang dialami Mbainem ini faktor dari usianya yang sudah tua. Oleh karena kami  membantu secara medis bagain mengintensifkan kesehatan " pungkasnya. (edo).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: