"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 24 January 2018

Pemprov Jatim Beri Kemudahan Kepada Para Investor

Surabaya, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Jatim tetap komitmen beri kemudahan kepada para investor. Salah satunya melalui layanan East Java Investment Super Corridor (EJISC).

layanan itu telah diluncurkan akhir tahun lalu oleh Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jatim. Demikian kata  Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo usai mengikuti rapat kerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Daerah dengan Presiden RI di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/01).

Tampak dalam Rapat kerja kali ini diikuti oleh beberapa menteri seperti Menko Bidang Perekonomian, Mensesneg, Menteri Keuangan, dan Mendagri, disamping itu Juga seluruh Gubernur se-Indonesia dan Ketua DPRD Provinsi se-Indonesia.

Program EJISC menurut Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo, berbentuk dashboard investasi berbasis web berisi informasi dan data all in one. "Melalui EJISC ini, dapat segera menentukan investasinya dengan cepat dan tepat karena informasinya lengkap," katanya seperti dalam rilis yang diterima redaksi Rabo (24/1/2018).

Tak hanya itu, Pemprov juga memberikan kemudahan periinan terpusat melalui Pusat Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T) di BPM. Semua proses melalui sistem online dan paperless. "Prosesnya cepat mulai dari 15 menit sampai 11 hari untuk Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN dan 17 hari untuk Penanaman Modal Asing/PMA," jelasnya.

Kemudahan berinvestasi ini membuat Provinsi Jatim meraih penghargaan sebagai peringkat satu tingkat kemudahan berbisnis tingkat nasional dari Asia Competitiveness Institute Singapura, dengan riset dilakukan selama April-September 2017 di provinsi-provinsi seluruh Indonesia. 

Ditambahkannya, hingga Triwulan III Tahun 2017, nilai realisasi PMA di Jatim sebesar 14,79 triliun, PMDN Fasilitas sebesar 36,81 triliun dan PMDN Non Fasilitas sebesar 52,80 triliun. Tahun ini, investasi yang masuk ditargetkan sebesar 167 triliun rupiah baik dari sektor makanan dan minuman, tembakau dan tambang.

Salah satu yang disampaikan Presiden Jokowi menurut Tjahjo, adalah agar pemerintah pusat dan daerah semakin efektif dan efisien mempercepat reformasi apapun termasuk perijinan. Langkah ini dilakukan agar ada sinergi dan konektifitas antara pusat dan daerah sehingga penguatan otonomi akan muncul. 

"Indonesia centris yang dibangun Pak Jokowi ujungnya adalah penguatan otonomi daerah. Makanya daerah harus cepat merespon apa yang jadi sikap pusat, toh tujuannya meningkatkan kesejahteraan daerah dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah," katanya. (hms/dewi).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: