"Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018. Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018.Selamat Hari Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru Tahun 2018"
Custom Search

Wednesday, 10 January 2018

Polres Banyuwangi tangkap Tiga Pengedar Pil Trex

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Unit Operasional Narkoba Polres Banyuwangi, Senin (8/1/18) malam menangkap tangan tiga tersangka pengedar pil trihexyphenidyl (trex) di tempat berbeda.

 Ketiganya adalah Imam Setyo Nugroho (24), Wahyu Rajab (20) dan Sugeng Lestari (35). Tersangka Imam Setyo Nugroho (wiraswasta) warga Dusun Wonoasih RT 05 RW 03 Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, ditangkap saat mengedarkan trex di lampu merah Tawangalun, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Barang bukti yang berhasil disita adalah 145 butir pil trex, 25 potongan plastik bungkus snack, sebuah bekas bungkus rokok A Satu, sebuah tas kresek warna putih, sebuah HP Nokia X2 warna hitam. Dan dari saksi Bangkit Febriansyah berhasil disita lima butir pil trex dan satu kembar potongan plastik bekas bungkus snack.

Tersangka Wahyu Rajab (buruh) warga Jl Diponegoro No 14 RT 04 RW 05 Dusun Karangharjo, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, berhasil ditangkap di selatan RTH Karangharjo. Barang bukti yang disita, 120 butir pil trex dan sebhah HP Samsung Galaxy V warna putih.

Sedang tersangka Sugeng Lestari (wiraswasta) warga Dusun Sepanjang Wetan RT 01 RW 06 Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, berhasil ditangkap di rumahnya. Barang bukti yang disita adalah 2800 butir pil trex, sebuah kresek warna hitam, satu bendel plastik klip, satu tas warna ungu dan satu HP Asus warna hitam.

“Ketiga tersangka ditangkap ketika hendak mengedarkan sediaan farmasi jenis trihexyphenidyl yang tidak memenuhi standart dan persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan. Perbuatan tersangka ini melanggar pasal 197 sub pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” ujar Kasat Narkoba asal Aceh ini.

Para tersangka dan barang bukti kini mendekam di tahanan.  Disamping  melakukan pemeriksaan para saksi, dan tersangka aparat juga mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya.  “Kami terus mengembangkan kasus ini untuk menemukan kemungkinan ada pelaku lain,” tandasnya. (kim).

Berita Terkait Kriminal

No comments: