"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 17 January 2018

PTPN Zeelandia Jember Persoalkan Izin Sempadan Sungai

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Surat Rekomendasi pengelolaan Tanah di aliran sungai Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul oleh Pengairan Jember, 27 Desember 2017 disoal oleh Pihak PTPN XII Kebun Zeelandia. 

Pasalnya areal itu adalah bagian dari wilayah Izin Pengelolaan Tanah Di Soal PTPN Kebun Zeelandia JemberGuna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PTPN XII Zelandia hingga tahun 2037. Demikian kata Manajer Zelandia, Heri Nurcahyo saat mengkroscek Lokasi bersama Petugas BPN, Kejaksaan Negeri, Pihak Desa Setempat dan Polsek Tanggul, Rabu (17/1/2017)

"Dalam surat HGU sungai juga masuk wilayah HGU perkebunan, sehingga rekomendasi tersebut menabrak aturan, oleh Karenanya  kita melaporkan ke Kejaksaan, yang perlu diingat kita bukan melaporkan Petani tetapi kita melaporkan yang mengeluarkan surat Rekomendasi dalam hal ini Pengairan, " terang Heri.

Atas peristiwa tersebut Heri, berharap demi Kondusifnya suasana agar secepatnya pihak pengairan segera mencabut Rekomendasi yang telah di terbitkan dan diberikan kepada Warga atau Petani serta  membiarkan pihak Perkebunan untuk mengelola Areal tersebut.

"Karena disini sudah jelas, HGU jelas, Undang undangnya jelas, biarlah kita yang mengelola, Pengairan jangan mengklaim sepihak dengan menggunakan peraturan, Peraturan Pemerintah, Perbub, Undang Undang itu kan lebih tinggi, " ungkapnya

Kasi Penindakan dan penanganan masalah BPN Jember, Sukarman, membenarkan bahwa  Tanah itu adalah Tanah HGU.  " Jadi BPN sebagai Instansi pemerintah pencatat bahwa tanah areal PTPN Zelandia adalah Hak guna Usaha (HGU) Yakni sesuai yang tercatat HGU no 8 Desa manggisan," Jelasnya. 

Sementara itu Nuril alamsah Kasi Datun Kejaksaan negeri Jember mengatakan kedatanganya ke perkebunan PTPN XII Zelandia selain mendatangi undangan rapat Koordinasi antara Perkebunan PTPN XII Zelandia dengan Pengairan juga melihat batas batas area yang dilaporkan kepada pihaknya.

"Jadi agenda kita hari sebatas masih melihat batas batas area yang dilaporkan oleh pihak perkebunan, untuk seterusnya kita akan meminta kepada sejumlah pihak terkait, baik gambar atau bukti bukti lainnya terkait  batas batas nya kepada pihak BPN, " ujarnya (Yond).

Berita Terkait Agraria

No comments: