"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 17 January 2018

Sejumlah Warga Situbondo Terjangkit Suspect Difteri

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Selama tahun 2017 lalu sebanyak lima warga Kabupaten Situbondo Jawa Timur  menderita difteri hingga berstatus Kejadian luar Biasa (KLB) dan satu diantaranya meninggal dunia.

Satu penderita pelajar SLTA, satu lagi berstatus siswa Sekolah Dasar. Kedua penderita ini masing-masing berinisial AF, 18 tahun, asal Desa Pesangrahan, Kecamatan Jangkar, Situbondo, dan F, 10 tahun  asal Kecamatan Besuki, Situbondo namun  AF dirawat di rumah sakit sejak 9 Januari, sedangkan F dirawat sejak 12 Januari lalu.

"Awal tahun ini sudah ditemukan dua penderita suspect difteri masih bertatus KLB atau Kejadian Luar Biasa penyakit difteri," Ungkap Tony Wahyudi, Rabu (17/01).

Tony menjelaskan, dua penderita suspect difteri ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoer Rahem Situbondo, satu dari dua penderita sudah bisa diperbolehkan pulang. AF kondisinya sudah mulai membaik dan akan dilakukan rawat jalan.

Berdasarkan hasil rekam medis, kata Tony kedua pasien awalnya mengalami sakit tenggorokan dan sulit makan.  Setelah dilakukan observasi medis, keduanya mengidap suspect difteri. Oleh karena itu kata Tony, pihak rumah sakit telah melakukan pengobatan intensif, mengingat penyakit difteri bisa menyebabkan kematian penderitanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi menambahkan, berdasarkan hasil kesepakatan rapat di Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu Dinkes  akan melakukan vaksinasi secara massal sebanyak tiga kali, yaitu Januari, Pebruari dan Agustus. Sasaran vaksinasi anak usia 1 sampai 19 tahun.


Abu menjabarkan, Kementerian Kesehatan menyebutkan penyebaran difteri harus dicegah dengan program vaksinasi sebagai respon penyebaran difteri atau Outbreak Response Immunization ORI. "Hal ini memang gak bisa dianggap enteng, makanya kita lakukan Vaksinasi sebagi respon merebahnya difetri," pungkasnya. (edo).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: