"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Sunday, 21 January 2018

SPBUN PTPN XI Situbondo Tolak Regrouping Pabrik Gula

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Para  buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SP-BUN) PTPN XI, menolak rencana Regrouping atau penggabungan sejumlah Pabrik Gula Di Situbondo, Jatim.

Pasalnya, pengabungan pagrik gula (PG) yang rencananya dilakukan oleh pemerintah akan berdampak terjadinya PHK besar-besaran karyawan. “Regrouping akan menghilangkan areal historis di sekitar PG”, Demikian Ketua Umum SP-BUN PTPN XI, Beta R.S Prakoeswa, Minggu (21/1/2018)

Dampaknya, para petani tebu  akan beralih ke tanaman lain.  "Penutupan PG melalui penggabungan PG yang satu dengan PG yang lain, akan tetap memunculkan banyak masalah. Bahkan pendirian PG baru saja hingga saat ini belum tuntas, salah satunya pendirian Industri Gula Glenmore (IGG) di  Banyuwangi," katanya.

Seperti penutupan PG Demas di Besuki 1996 silam. Sejak ditutup hingga sekarang  tidak ada kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Bahan baku tebu yang rencananya dialihkan ke PG Panji juga tidak pernah ada. "Penggabungan PG akan berdampak pemutusan hubungan kerja secara missal”, kelaunya.

 Beta tak ingin rencana penggabungan PG, bernasib sama dengan penutupan PG Kanigoro di  Madiun. Alih fungsi yang dijanjikan sampai sekarang juga belum ada kejelasannya. “Seharusnya menjadi bagian dari diversifikasi usaha. Dengan demikian, usahanya tetap bisnis produksi gula putih”, lanjutnya.

Rencana pemerintah yang ingin menjadikan bekas bangunan PG sebagai agro wisata, mungkin hanya membutuhkan 30 karyawan, padahal saat ini setiap PG memiliki karyawan PG minimal 500 orang. Itu artinya akan ada pemutusan hubungan kerja sekitar 80 persen tenaga kerja” pungasnya. (Edo).

Berita Terkait Pertanian

No comments: