"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Thursday, 8 February 2018

Polisi Bebaskan Ketua KPU Jember dari Penyandera

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Menghadapi pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) 2018, Kepolisian Resor (Polres) Jember Jawa Timur Kamis (8/2/2018) menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota).

Ada  575 personel di Jalan Sudarman depan kantor pemkab Jember yang terlibat menghalau segerombolan massa yang mendatangi lokasi kampanye yang dilanjutkan ke tempat pemungutan suara (TPS). Di TPS, massa memprotes dugaan kecurangan.

Tak puas karena protes diabaikan, massa bergerak menuju kantor KPU.  Entah apa yang menjadi sebab, di kantor KPU tiba-tiba massa merangsek ke arah petugas hingga memicu kericuhan. Saat suasana ricuh, ada kabar yang berembus jika dua orang penyusup tengah menyandera Ketua KPU.

Mendengar informasi tersebut, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, memerintahkan pasukan pengendali massa untuk membubarkan demonstran. Dia juga memerintahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) menembak kedua penculik tersebut jika tak segera menyerahkan diri.

Personel TRC sempat mengeluarkan tembakan peringatan setelah mendapat perintah tersebut. Namun karena tak dihiraukan, petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua penculik hingga tewas. Adegan ini berakhir dengan diselamatkannya Ketua KPU, dan pembubaran massa yang mulai anarkhis.

simulasi ini untuk memberi gambaran mengenai ancaman sejak tahapan kampanye sampai selesai penghitungan. “Simulasi Sispamkota dilakukan agar tahapan penyelenggaraan Pilkada Gubernur Jatim nanti berjalan lancar dan aman serta kondusif,” kata Kusworo, usai pelaksanaan simulasi.

Meski, Jember aman, selama proses tahapan pemilu tetap akan menyiagakan personel sesuai kebutuhan di lapangan “Memang ada beberapa data daerah rawan dalam pilkada yang masuk ke kami. Dan untuk daerah-daerah seperti itu yang dikatakan sebagai zona merah akan kami siagakan petugas khusus,” terangnya.

Pantauan wartawan, ratusan warga tampak antusias menyaksikan peragaan ini. Mereka menyaksikan adegan demi adegan, bahkan banyak warga merasa terhibur saat ada personel polisi yang memerankan orang gila dan waria saat menggangu proses penghitungan suara di TPS. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: