"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Monday, 19 March 2018

Deklarasi Anti Hoax, Polres Jember Undang Ustadz Arifin Ilham

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kapolres Jember Kapolres Jember AKBP  Kusworo Wibowo Senin (19/3/2018) memprakarsai deklarasi melawan hoax, Hate Speech, intoleransi serta politisasi agama.

Hadir dalam kegiatan yang dikemas dalam acara yang dikemas dalam seminar dan deklarasi melawan hoax serta menolak politisasi agama, di Aula IAIN Jember, tersebut, Wabup Jember, Drs. KH. Abdul Muqiet Arif,  para  OPD Pemkab Jember, Pengurus NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan sejumlah Rektor.

Tampak juga perwakilan organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa (BEM ), jajaran Forkam, tim sukses Cagub dan Cawagup gubernur, Parpol, KPU, Panwaslu, dan  takmir 450 masjid besar di Jember. Kapores juga mendatangkan ustad KH. Arifin Ilham dari Jakarta.

Menurut, AKBP  Kusworo Wibowo bahwa di era digital ini banyak tersebar, bahkan detik per detik berita tanpa melakukan cek dan ricek, dan belum tahu kebenarannya ini “hoax” beredar, “Dalam kurun waktu 2 detik sudah bisa dilihat berapa jumlah berita bohong yang diterima oleh masyarakat”, Jelasnya.

“Berita hoax  ini meresahkan masyarakat, seperti isu kebangkitan PKI, penyerangan ulama dan pengasuh pesantren oleh orang gila, dari data Polri, ada 46 kasus info yang masuk, namun hanya 4 berita  yang bisa dipertanggung jawabkan, sedangkan 42 adalah berita bohong,” ujar Kapolres.

Menurut Ustad Arifin Ilham, berita hoax itu sama dengan fitnah dan batil, “Siapapun yang membuat dan menyebarkan, itu sama saja dengan menyebar fitnah dan merupakan perbuatan batil, untuk itu berita hoax,” ini harus dilawan,” ujar Ustad Arifin Ilham dalam Tausiahnya.

Begitu juga mengenai intoleransi dalam beragama, Ustad Arifin Ilham mengajak warga Jember pada umumnya untuk saling menghormati dan menghargai, sebab dengan adanya rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, akan tercipta keanekaragaman dalam kehidupan.

“Saya mencontohkan dalam keluarga saya, saya punya istri dari Aceh, Yaman dan Sunda, menantu saya Islam keturunan china, besan saya juga masuk islam, tapi oma (nenek, red) menantu saya masih Nasrani, tapi saat lebaran semua berkumpul, disitulah ada rasa kebahagiaan dan warna dalam perbedaan,” Jelasnya.

Kapolres juga menghimbau para tim sukses, KPU, Panwas untuk menghormati tempat ibadah dan keyakinan dengan tidak mempolitisasi agama, seperti kampanye saat khutbah Jumat, Kuliah Subuh maupun kegiatan lainnya, jika ditemukan, Polres menyerahkan sepenuhnya di panwaslu. (edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

1 comment:

Pena Merah said...

Wah mantap tuh. Salam dari: Lorong Pabrik