"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 17 March 2018

Kapolres Jember Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kapolres Jember, mengajak para ulama, takmir masjid, organisasi kemasyarakatan, dan mahasiswa, perangi berita Hoax, Intoleransi, dan Politisasi Agama.

Ustadz Arifin Ilham juga rencananya datang memberikan ceramah agama. Demikian disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH dalam seminar yang digelar di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kabupaten Jember pada Senin (19/3/2018).

"Untuk mengantisipasi itu, kami undang semua tokoh agama dan lembaga, mulai pengurus MUI, NU, Muhammadiyah, Kabupaten hingga Kecamatan, para rektor, presiden BEM, tim sukses Gubernur dan wakil gubernur, Parpol, KPU, Panwaslu, serta takmir 450 masjid besar di Jember," Jelasnya.

Sebelum diskusi panel menurutnya, akan ada tausiyah dari ustadz Arifin Ilham mengenai anjuran agar tidak dilakukannya politisasi agama, terutama dengan memanfaatkan fasilitas ibadah seperti masjid, kuliah subuh, yang disusupi dengan agenda politik.

Secara nasional ada 46 berita soal penyerangan terhadap ulama, namun, lanjutnya hanya empat berita yang benar terjadi. Selebihnya 42 adalah berita bohong. Empat kejadian pun itu tidak terorganisasi, melainkan berupa insiden dengan orang yang mengalami gangguan jiwa.

“Itupun tidak serta-merta (orang gila) menyerang, tapi karena ada insiden atau momen yang membangkitkan emosi orang dengan gangguan jiwa ini saat berinteraksi dengan ulama. Lalu difiralkan seolah-olah ada penyerangan terhadap ulama. Ini yang bisa menimbulkan permusuhan dan keresahan," katanya.

Untuk itu kata Kusworo, Polisi akan menindak tegas penyebar dan pembuat hoax. Namun Kusworo meminta agar warga tidak ikut membuat dan menyebarkan hoax. "Pasca acara ini, kami meminta saran kepada peserta seminar soal apa yang perlu kami lakukan ke depan," pungakasnya.(edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: