"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 28 March 2018

Pemkab Kuantan Singingi Menggelar Pelatihan Jurnalistik


Padang, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi Rabu (28/03/2018) menggelar Pelatihan Jurnalistik di Ballroom Hotel Pangeran Beach Padang Sumatera Barat.

Dalam  kegiatan berthema "Melalui pelatihan kode etik Jurnalistik kita wujudkan insan pers yang andal dan Profesional” ini di buka Kepala Bagian Humas dan protokoler Setdakab Kabupaten Kuantan singingi Drs. Muradi mewakili Bupati kuansing.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kominfo di wakili Kabid Informasi Media dan Kerjasama, Muliyadi Harun, Kabid Bagian Humas dan Protokol, Drs Muradi Msi, Kasubag Peliputan dan dokumentasi Dasmuri Putra SSos. Selfi Keswita.STMIP, Ketua Panitia dan 30 orang Wartawan media cetak dan online.

Menurut Ketua panitia, Selfi Keswita, STMIP bahwa kegiatan ini dalam rangka penguatan Desiminasi Program Kerja Pemerintah mewujudkan Insan Pers yang handal dan profesional, diikuti 30 orang wartawan dan 20 orang dari panitia dari Humas plus  1 orang kabid komunikasi dan kerja sama media dari Diskominfo.

Wakil ketua Pendidikan dan Organisasi PWI Riau Saparudin koto menyampaikan, diera, kemajuanpun datang melalui perdebatan dan kontroversi. Tanpa mengabaikan kebebasan pers berekspresi, Jurnalis yang baik, adalah yang mampu mendinginkan publik, bukan...menghangatkan.

"Jurnalis yang baik, adalah yang mampu membuat gelombang menjadi riak-riak kecil, dan riak-riak kecil pun,  juga mampu menenangkan publik. Jurnalis yang baik, adalah yang tidak menjadikan isu sebagai komoditas, juga bukan menjadi corong." Jelasnya.

Jurnalis yang baik, lanjutnya adalah yang bisa bersikap independen, sehingga menghasilkan berita yang akurat dan berimbang. Tidak ada yang salah dengan kebebasan pers, tapi yang salah itu adalah, tatkala muncul sikap arogansi pers. Hanya Kode Etik Jurnalistik lah, yang mampu meredamnya.

Kode Etik Jurnalistik ini, tentu saja terbentuk oleh jurnalis itu sendiri, diluar perkara like or dislike pada satu golongan. "Dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, mari kita wujudkan insan pers yang sehat, non provokatif, handal dan profesional." Haraonya. (gus).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: