"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Monday, 12 March 2018

Puluhan Warga Gelar Aksi Minta Kades Di Situbondo Mundur

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan Warga Senin (12/03/2018) berunjuk rasa di kantor desa, mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Duwet Kecamatan Panarukan, Situbondo mundur dari jabatannya.

Mereka menilai DD diselewengkan serta memalsukan SPJ, pasalnya beberapa pekerjaan fiktif. "Untuk itu kami minta kepolisian menyelediki dugaan Korupsi mengelolaan Dana Desa (DD), serta  pemalsuan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Dana Desa tahun 2017”, Kata Kholik, salah-satu pengujuk rasa.

Bahkan saat mediasi, warga mengaku tidak mendapatkan respon, kepala desa hanya bisa terdiam ketika warga menuntut dirinya Mundur. Namun dalam mediasi sempat dikagetkan pernyataan Sekretaris Desa, yang mengaku kalau dirinya selama ini tidak pernah menandatangani SPJ pengelolaan ADD maupun DD 2017.

Menurut Barozi  Kepala Desa juga tak transparan .Pernyataan Sekretaris desa (Sekdes) itu dinilai menutupi keterlibatan penyelewengan pengelolaan ADD dan DD. “Kami ingin Sekdes dan kepala desa  mudur dari jabatannya  karena tidak mampu menjalankan roda pemerintahan secara baik,Katanya.

Jika tuntutannya tidak dipenuhi mereka mengancam akan melakukan aksi ke DPRD  dan Bupati dan melaporkan ke pihak berwajib. Karena tidak ada hasil yang memuaskan bahkan tidak ada tanggapan serius, kami beserta warga, dalam waktu dekat akan melakukan aksi lebih besar”, ancam Baroji yang didampingi Halek dan Candra.

Kepala desa Duwet, Nur Asiati menyayangkan pendemo yang tidak menjelaskan pekerjaan yang terlaksana atau tidak, bahkan dirinya mengaku sangat dirugikan oleh ulah pendemo itu. “Kegiatan sudah terlaksana dengan baik dan SPJ DD dan ADD 2017 sudah diserahkan dan kami siap mempertanggung jawabkan”, Tegasnya.

Hal senada disampaikan ketua tim pelaksana kegiatan (TPK) Edy Rahman, bahkan menurutnya sudah dikerjakan dengan baik dengan mencapai  kegiatan 100%.  seandainya dalam pelaksanaan pekerjaan ada yang keliru, kami sebagai pelaksana tolong di tegur,  sampai saat ini belum ada kajian atau temuan Inpektorat.

Namun Edy Rahman mengakui, ada satu kegiatan belum selesai “Tapi SPJ sudah kami setor, karena penggarapan paving di paud seruni belum terpasang, karena pesanan paving itu belum dikirim oleh pihak toko karena kalau paving harus menunggu beberapa bulan atau inden”, jelasnya. (edo/mam).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: