"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Thursday, 1 March 2018

Tradisi Berkaul Adat Kembali Digelar di Sijunjung

Sijunjung, MAJALAH-GEMPUR.Com. Setelah terhenti sikitar 40 tahun, tradisi berkaul adat Kamis (1/3/2018) kembali digelar di Nagari Guguak Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan yang biasanya digelar setiap tahun dan sibul semangat hidup bernagari ini disambut baik. " Tradisi ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas  limpahan Rahmat berupa hasil panen padi yang melimpah. “Kita harus bangga dengan budaya yang dimiliki. Mari kita lestarikan," ucap Wabup Arrival Boy,

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy, anggota DPRD Sumatera Barat apresiasi, Liswandi dan anggota DPRD Sijunjung, Sumanto,  Ketua LKAAM Sijunjung, Epi Radisman dan tokoh masyarakat, Idrus

“Menghdupan Tradisi ini tidak lepas kebersamaan pemerintah nagari bersama Ninik mamak dan warga” Kata orang nomor dua di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih dihadapan, Ketua LKAAM, Epi Radisman, Camat Koto VII, anggota dewan, Ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan warga Nagari.

Karena itu, dengan dihidupkan kembali tradisi ini menjadi momentum yang baik  untuk melestarikan tradisi dan sekaligus ajang memupuk kebersamaan antar warga. " Selain menjadi tradisi tahunan, kegiatan berkaul adat ini hendaknya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Sijunjung," ucapnya.

Hal senada disampaikan, Liswandi, Sumanto dan Epi Radisman.Politisi dan tokoh adat ini berharap, tradisi ini menjadi agenda rutin seusai panen padi dan akan turun ke sawah. " Terima kasih kepada pemerintah nagari beserta Ninik mamak dan warga yang memiliki komitmen menghidupkan tradisi ini," ucapnya.

Walinagari Guguak, Zainal mengatakan, kegiatan berkaul adat merupakan tradisi tahunan yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Namun, tradisi tersebut terhenti hampir 40 tahun." Alhamdulillah berkat kebersamaan warga, kegiatan ini dapat dihidupkan kembali," katanya. ( gus )

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: