"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Monday, 2 April 2018

Bupati Situbondo Melakukan Mutasi 97 Pejabat


Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bupati H Dadang Wigiarto,SH, Senin (02/04/2018) melakukan pergantian 97 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo.

Masing-masing 2 eselon II B dan 51 golongan III A dan III B. Sisanya, eselon IV A dan IV B. Dua pejabat eselon II B yakni Ahmad Sugiarto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dipindah Sekwan dan Sugiono menggantikan Ahmad Sugiarto. Sementara Sekretaris DPRD lama, Herry Suryanto memasuki purna tugas per 1 April 2018.

Untuk eselon III A, Bupati menggantikan tiga camat. Yaitu Camat Asembagus, Camat Jatibanteng, dan Camat Mlandingan. Posisi Camat Asembagus kini dijabat Andi Jaka Setiawan yang sebelumnya sebagai Kabid Pariwisata di Dinas Pariwisata.

Sedangkan posisi Dadan Prijo Darmoko sebagai Camat Jatibanting digantikan Wira Mukti. Jabatan Camat Mlandingan diisi Iddha Arum Bawana. Dia menggantikan Agung Wintoro yang dipindah menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Untuk jabatan camat, kini didominasi pejabat yang masih muda. Ini dilakukan agar ada suasana baru di pemerintahan kecamatan. Apalagi camat harus memberikan pembinaan optimal kepada pemerintah desa. Ujar Bupati H Dadang Wigiarto,SH usai melakukan pelantikan.

Dia menerangkan, desa saat ini mendapatkan anggaran yang cukup besar dari pemerintah. Anggaran keuangan tersebut harus bisa dikelola dengan baik.  “Tentu peran camat sangat dibutuhkan dalam memberikan pembinaan,” tambah H.Dadang.

Dia berharap, dengan mutasi tersebut, pejabat yang menduduki posisi baru, bisa mengerjakan tugasnya dengan baik. Sehingga berdampak terhadap peningkatan kinerja pemerintah. “Jabatan yang diberikan, kami yakini sesuai dengan kemampuan dan kompetensi saudara,” pungkasnya.

Wakil Bupati, Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si menambahkan, mutasi sudah melalui proses pengkajian cukup panjang dari bupati dan wakil bupati. Kata dia, semula, pergantian tersebut dilaksanakan pada pertengahan tahun 2017 lalu.  “Tetapi dengan beberapa pertimbangan, baru bisa dilaksanakan sekarang,” katanya.

H.Yoyok menambahkan, mutasi ini sebagai upaya dalam mewujudkan visi dan misi kepala daerah. Karena itu, dia berpesan agar amanah yang diberikan untuk diemban dengan penuh tanggung jawab. “Kami sedang berlari, pejabat harus ikut berlari. Bapak dipilih karena dianggap mampu,” pungkasnya. (mam).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: