"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 4 April 2018

Warga Situbondo Resah Beredarnya Tepung Terigu Berulat


Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Seorang warga desa Wonokoyo, kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Jawa Timur diresahkan dengan temuan Tepung terigu produksi BS yang dijulanya berulat.

Warga yang juga pedagang peracang Fasin (50) warga desa Wonokoyo, kecamatan Kapongan mengaku kaget tepung terigu BS yang dijualnya berulat, celakanya, sebagian warga sudah terlanjur membeli, akibatnya dirinya mendapat protes pembeli dan mengembalikannya.

Fasin  mengaku baru sadar kalau dua sak tepung terigu yang baru saja dibelinya dari salah satu toko grosir di Situbondo bercampur ulat  setelah mendapatkan protes dari  warga. ‘’Saya baru sadar kalau tepung terigu yang baru saja saya beli dari grosir dikota ada ulatnya setelah diprotes pembeli”, ujarnya Rabu (4/4/2018).

Menurut Fasin dengan kejadian ini ia berharap Dinas terkait lebih ketat dalam melakukan pengawasan, karena ia menilai bahwa sejauh ini meski Inspeksi Mendadak (Sidak) sudah dilakukan oleh sejumlah dinas terkait, tetapi belum sepenuhnya maksimal dalam melakukan sidak.

Hal senada terjadi di toko lain, tepung yang hendak dijualnya bercampur ulat kecil, sehingga warga harus mengayak terlebih dulu sebelum dikonsumsi. Rina  salah satu warga desa Pecinan, kecamatan Mangaran, mengaku sering membeli tepung terigu berulat, namun ia terpaksa tetap mengkonsumsi dengan cara mengayak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) melalui kepala bidang Perdagangan Abdul Wahid Wahab, mengaku belum mengetahui informasi itu. “Kita akan memanggil sejumlah grosir atau distributor untuk klarifikasi tentang informasi temuan itu,“ Jelasnya.

Untuk itu Wahid mengharapkan kepada masyarakat yang membeli tepung tidak layak di konsumsi seperti ada ulatnya, agar dikembalikan “Kita akan tetap konsisten untuk melakukan sidak pasar , dan meningkatkan serta lebih teliti lagi dalam pemeriksaan barang terutama bahan pokok, “ tegas Wahid. (edo).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: