"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 5 May 2018

Komunitas Wirausaha Jember Motivasi Pengusaha Muda


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Meski usia Komunitas Wirausaha Jember (KWJ) ini belum satu tahun, pengusaha muda yang punya konsep brilian meraih sukses ini kini memiliki lebih dari 500 anggota.

“Untuk meraih sukses, kita tidak bisa sendiri, harus bersatu dan simbiosis mutualisme, yaitu saling menguntungkan antara satu sama lain, dan di KWJ inilah kesuksesan seperti itu bisa didapat”, Demikian disampaikan Pendiri KWJ Agus Efendi (Bung Laros).  

“Anggota organisasi yang didirikan 1 Juli 2017 ini, mayoritas para wirausaha pemula dari berbagai bidang jasa yang memiliki kemauan dan tujuan sama, yaitu meraih sukses,” ujar pria yang juga ketua KWJ usai pelatihan rahasia meningkatkan omzet tanpa promosi di Central Kuliner KWJ Sabtu (5/5/2018).

Menurut Pria asli Banyuwangi yang sudah menjadi warga Jember selama 10 tahun ini, kebanyakan calon wirausaha, ketika hendak memulai usahanya cenderung konsepsional dan terlalu banyak mikir, sehingga niat menjadi wirausaha yang sudah dirintis terbengkelai, karena hanya ada niat tanpa disertai kemauan kuat.

Banyak calon wirausaha sulit mewujudkan karena kurangnya kemauan, “Inilah yang menghambat kesuksesan, disamping faktor faktor lain, ketika memiliki modal kecil, mereka sering gagal karena terlalu banyak mikir dan yang muncul akhirnya rasa takut gagal lebih besar daripada kemauan untuk sukses,” ujar Agus Efendi.

Atas dasar itulah, pihaknya memberikan pelatihan kepada anggota KWJ maupun calon wirausaha yang mau bergabung dengan KWJ bagaimana kiat meraih sukses dengan rahasia meningkatkan omzet tanpa promosi dengan mendatangkan motivator ulung Bybel Setyo C. FT.

Motivator asli Jember, Bybel Setyo mengatakan, kegagalan wirausaha atau enterpreneur disebabkan karena tidak memahami service atau layanan konsumennya, meski sudah promosi habis-habisan namun hanya rame pada 1-4 bulan pertama, setelah itu, lesu, hal ini terjadi, karena tidak memiliki konsep yang pakem.

“Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen itu tidak cukup hanya dengan 3 S yaitu Senyum Sapa dan Salam saja, akan masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan yang bisa mendongkrak omzet usaha kita, dan kiat-kiat seperti inilah yang akan kami ajarkan di pelatihan ini,” ujar Bybel.

Bybel mencontohkan bahwa saat ini banyak wirausaha terutama dalam bidang kuliner yang cenderung membidik konsumen kelas menengah, padahal justru pada kelas ini, paling rawan dan paling tinggi resiko gagalnya sebuah usaha.

“Banyak wirausaha berpikiran membidik konsumen kelas menangah bisa memberikan banyak untung, karena terjangkau semua lapisan, pemikiran ini justru salah, kalau kita bidik kelas bawah ya kelas bawah, dan sebaliknya, wirausaha haruslah memiliki ilmu marketing dan service exellent, ,” pungkasnya. (edw).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis