"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Friday, 8 June 2018

Cegah Radikalisme, Tiga Pilar Di Jember Gelar Apel Siaga

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Indonesia jadi incaran penyebaran faham radikalisme, pasalnya selain posisi yang strategis dan kekayaan alamnya, banyaknya agama menjadi sarana untuk membenturkan.

Untuk menanggal faham tersebut Kapolres, AKBP Kusworo Wibowo, Dandim 0824, Letkol Inf Arief Munawar dan Wabup, Drs. KH. Abdul Muqiet Arief, dan Ketua MUI Jember Prof Dr Halim Subahar  bersama Camat, dan Lurah/Kades, Jumat (8/6/2018) gelar apel tiga pilar di Aula PB Sudirman Pemkab Jember.

Faham radikal ini hanya bisa ditangkal melalui sinergisitas antara pemerintah, kepolisian, TNI, maupuan  masyarakat. “Dengan kebersamaan semua elemen, potensi untuk disusupi faham-faham radikalisme akan sulit untuk ditembus”. Kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqiet Arief.

Peran Tiga Pilar baik Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat diperlukan, karena posisi mereka yang langsung berada ditengah-tengah masyarakat, “Waspadai kegiatan-kegiatan kelompok masyarakat yang mencurigakan, dan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah saat upacara bendera”, katanya.

Menurut Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, bahwa saat ini penyebaran faham radikalisme ini sudah masuk pada lini pendampingan keagamaan pada siswa-siswa Sekolah Dasar (SD). “Perlu pemahaman dan pengetahuan bagi semua, termasuk seluruh Camat, Lurah dan Kades yang ada wilayah”, katanya.

Bahkan Kusworo menegaskan adanya radikalisme sebagai bibit munculnya aksi-aksi terorisme, dan radikalisme sendiri ditandai oleh beberapa hal yaitu tidak mengakui adanya Pancasila, merasa dirinya paling benar, merasa agamanya paling benar agama lainnya dianggap kafir dan lain-lain.

Untuk itu, Kusworo meminta agar semua kepala wilayah mulai dari Camat hingga RT/RW untuk selalu berkoordinasi dengan Babinsa dan Banbinkamtibmas untuk terus mengawasi pergerakan-pergerakan dimasyarakat. "Jika itu disinyalir mencurigakan. Maka, segera Laporkan..", harapnya.

Hal senada disampaikan Dandim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar, menurutnya untuk menangkal berkembangnya faham radikalisme peran Tiga Pilar Desa sangat penting karena mereka berada digarda terdepan yaitu Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Merekalah yang harus tahu lebih dulu terhadap tanda-tanda yang ada dimasyarakat, mereka harus mengenali tanda-tanda suatu kelompok masyarakat ataupun perorangan di wilayah binaannya, keberadaan Tiga Pilar tersebut harus selalu bersinergi memantau aktifitas kehidupan masyarakat diwilayahnya”, harapnya.

Dan Tiga Pilar harus mampu mengevaluasi terhadap keadaan dan situasi masyarakat sehingga dari waktu kewaktu terus dilakukan evaluasi untuk menghasilkan penilaian, “Segera berikan masukan kepada atasannya masing-masing untuk dilakukan langkah-langkah dengan cepat dan tepat”. katanya.

Sementara  Prof Dr Halim Subahar menyatakan bahwa ajaran agama manapun tidak membenarkan adanya kekerasan apalagi  bunuh diri dalam rangka jihat.  Bahkan Prof Dr Halim menyatakan bahwa yang menganut faham radikalisme tidak hanya dari kalangan agama Islam tetapi di agama lainpun juga.

“Dengan pembekalan ini kami berharap Tiga Pilar akan mampu berperan lebih aktif lagi dalam melakukan pemantauan diwilayah jajarannya sehingga faham radikalisme sebagai awal dari lahirnya terorisme tidak berkembang di kabupaten Jember”, pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: