"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Thursday, 12 July 2018

Dianiaya, Keluarga Diduga Pelakor Melapor ke Polres Bondowoso

Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mengaku dianiaya, Keluarga SM, wanita yang diduga Perebut Laki-laki Orang (Pelakor) asal Jember ini Kamis (12/7/2018) melapor ke Mapolres Bondososo.

Pelaporan  diduga lantaran, keluarganya tidak terima atas penganiayaan yang disetai tindakan pengeroyokan oleh dua wanita dan direkam oleh beberapa pria, yang videonya sempat viral di Medsos Rabu (11/7/2018) kemaren. Demikian ungkap kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Bahkan bukan hanya keluarga Pelakor, menurutnya berdasarakan informasi dari reskrim, bahwa keluarga Istrinya juga telah membuat laporan ke Polisi. "Semua laporan yang masuk terkait Pelakor ini akan segera kami tindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku”, ungkapnya

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim, AKP Julian Kamdo Waroka, menurutnya, Keluarga Diduga Pelakor yang jadi korban penganiayaan sudah melapor. “Saat ini kasusnya telah ditangani oleh pihak penyidik unit satu Polres Bondowoso”, Kata polisi yang akrab disapa Ade Waroka melalui pesan Whatsappnya.

Bahkan katanya, pihak kepolisian sudah melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi untuk dimitai keterangan lebih lanjut terkait kejadian yang diduga terjadi di salah satu hotel "S" timur alun-alun Bondowoso.

Di ketahui bahwa sebelumnya, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya Video penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial (SM) yang disebut-sebut sebagai Perebut Laki-laki  orang (Pelakor) yang dilakukan oleh keluarga istri H UM, teman kencan Pelakor.

Dalam Video berdurasi kurang lebih sekitaran 5 menit, SM yang tergangkap basah sedang asyik berduan di kamar nomer 32, salah satu Hotel kelas Melati (S) di pusat kota Bondowoso pada Minggu (10/6/2018) malam. Sontak saja istri dan keluarganya geram, maka terjadilah keributan. (irul).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: