"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 1 August 2018

Nyaleg, Cak Fathul Mundur dari Wartawan Prosalina Radio Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ahmad Fatkhul Hadi Muzakki menjatuhkan pilihan untuk meninggalkan profesinya sebagai wartawan yang sudah digelutinya selama 17 tahun di Radio Prosalina FM Jember.

Pilihan mundur pria berslogan 'Semua Karena Cinta" dari dunia Jurnalis ini’ dimaksudkan agar bisa berkonsentrasi pada pecalekan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember di Pemilu bulan April 2019 mendatang. “Hidup adalah pilihan dengan sekian kemungkinan”, jelasnya, Rabu (1/8/2018).

Ia akan mencalonkan melalui Partai Gerindra di Daerah Pemilihan III (Sumbersari, Pakusari, Mayang, Mumbulsari, Tempurejo dan Ajung). "Saya mencintai dunia jurnalistik. Jurnalisme adalah darah saya, dan memilih meninggalkan pekerjaan wartawan adalah hal berat. Tapi itu harus saya lakukan”, jelanya.

Dedikasi Pria yang akrab disapa Cak Fathul ini terhadap dunia jurnalistik memang tak perlu dipertanyakan. Pria berusia 42 tahun ini dikenal kritis dalam menuliskan pemberitaaan dan membangun reputasi sebagai salah satu jurnalis 'watch dog' atau pengawas kekuasaan dan kepentingan publik.

Meki melanjutkan perjuangannya melalui politik praktis, Ia akan menjaga marwah profesi wartawan ini tetap obyektif dan independen. "Saya tak ingin memanfaatkan profesi saya untuk kepentingan politik praktis, walau sebenarnya dua profesi ini memiliki kesamaan, memperjuangkan kepentingan publik," jelasnya.

Cak Fathul juga menyampaikan slogannya Semua karena Cinta.  “Sebaik-baik wakil rakyat adalah yang mencintai rakyat, dan rakyat juga mencintainya. Dengan cinta, segalanya menjadi mudah dan indah untuk mewujudkan impian bersama,” ujarnya.

Kelak jika terpilih, tetap melanjutkan cita-citanya seperti saat jadi wartawan, membuat kehidupan publik lebih baik. "Mungkin berlebihan, tapi memang benar, keduanya sama-sama punya tugas profetik atau kenabian yakni tabligh, menyampaikan dan memperjuangkan kebenaran dengan penuh cinta dan mencintai,” lanjutnya.

Untuk itu dirinya meminta doa dan restu dari saudara, sahabat, kawan, dan warga agar bisa melalui pemilu 2019 sesuai harapan dan keinginan rakyat Jember. "Doakan saya tetap istikomah memperjuangkan apa yang telah saya rintis di dunia jurnalistik jika kelak saya terpilih," pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: