"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Friday, 10 August 2018

Pusaka Kujang di JFC Diduga Peninggalan Kerajaan Atlantis Yang Hilang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pusaka Kujang atau Benda bersejarah berbahan baku Meteorit di Jember Fashion Carnaval (JFC) 17 diduga ada kaitannya dengan Kerajaan Atlantis yang hilang.

Benda-benda pusaka  yang identik senjata asli masyarakat Jawa Barat seperti Pedang Garuda, hingga Pedang Naga yang beratnya hingga 17 kg di stand pameran Even Spektakuler di Kota Karnaval Jember ini belum pernah dipamerkan di event manapun, baik di Indonesia maupun di Dunia.

“Dari 16 pusaka yang dipamerkan itu memiliki berat dan panjang istimewa, pusaka Kujang misalnya, memiliki berat 17 Kg dan panjang 145 Cm. Pusaka-pusaka tersebut menjadi warisan nusantara yang tidak ternilai harganya” ujar Wakil Presiden JFC, Suyanto kepada media ini, Jumat, (10/8/2018).

Memang Benda-benda ini menurutnya, identik dengan pusaka masyarakat di Jawa Barat. “Artinnya, mungkin pengaruh penduduk Jawa Barat saat itu bisa saja lebih luas dari sekarang, pasalnya konon  pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, sulawesi itu menyatu seperti benua.

Pasalnya benda pusaka ini ditemukan di Pulau Bawean dan Pulau Madura Jawa Timur, bukan di Jawa Barat, kemungkinan benda ini merupakan peninggalan kerajaan atlantis yang tenggelam, karena naiknya permukaan laut sekitar 60 meter.

“Bisa anda lihat goresan-goresan benda ini, seperti sudah lama berada dibawah laut, kalau masih ragu, ya, silahkan kepada para peneliti untuk , kira-kira  dibuat  kapan benda ini?  Kalau sekitar 11.600 tahun lalu, berarti saat tenggelamnya Benua Atlantis di Pulau Jawa Itu”, jelasnya.

Bahkan menurutnya digoresan-goresan benda pusaka berupa pedang bergagang kepala burung garuda ini juga digambarkan, betapa majunya  kerajaan kala itu, mualai dari bangunan batas negar hingga angkutan yang dimiliki saat itu.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kemajuan teknologi bangsa kita dulu. “Ini membuktikan bahwa bangsa kita ini sumber perkembangan budaya, bukan dari barat ke Timur, tapi dari timur ke barat, jadi terbalik, Untuk itu kita ingin sejarah itu bisa diluruskan kembali”, harapnya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: