"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 8 October 2018

Bupati Jember Sambangi warganya yang Selamat dari Gempa dan Tsunami

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bupati Jember dr hj Faida, MMR Senen (8/10/2018) malam sambangi belasan warganya yang selamat dari bencana Gempa dan Tsunami di Palu Donggala Sulawesi Tengah.

Bupati ingin memastikan warganya kembali dalam keadaan sehat walafiat.  Korban dari di desa Lampeji Kecamatan Mumbulsari sebanyak  11 orang, Kesemuanya merupakan  pekerja bangunan. "Alhamdulillah mereka selamat bisa bertemu dengan keluarga." Ujar Bupati Jember, dr Faida. 

Ketika Shalat Jum'at di Komplek Kampus Universitas Tandolako dan terjadi Gempa, mereka lari ke tempat lapang, berkat perlindungan AllAh SWT mereka selamat. "Mereka bertahan di lokasi gempa sampai 3 hari, dihari ke 8 baru bisa pulang pesawat TNI AU, ke Balikpapan hingga ke Bandara Juanda Surabaya." ungkapnya.

Mereka masing-masing yakni Bapak Hosari (53) dan Madian (30)  Dusun Gambiran desa Mumbulsari Misli (55) Warga dusun Karang Sirih Desa Suco, Mursid (47) Warga Dusun Kemiri Songo, Desa Lampeji, Sulihan (52) dan Sugio (52) Warga Dusun Kemiri Songo Desa Lampeji.

Selain warga di Kecamatan Mumbulsari, informasinya masih ada warga dari Kecamatan Puger yang juga dilaporkan menjadi korban. Jumlahnya sekitar 6 orang. Laporan yang didapat Bupati Faida, ada satu orang yang mengalami luka di kaki. Mereka ini akan dicek kondisinya.

Data warga Jember yang menjadi korban sebanyak 41 orang. Mereka yang sudah sampai ada 17 orang, masih ada yang lain dan akan dicari informasinya. Dalam upaya pemulangan, Pemkab Jember bisa membantu menjemput dari Surabaya. Sementara dari Palu ke Surabaya ada pemulangan secara kolektif.

Lantaran mereka masih trauma, untuk sementara ini mereka belum ingin merantau. Untuk itu Faida meminta mereka bisa bekerja di Proyek disa yang dipadatkaryakan, supaya ada kesempatan untuk membangun Jember bersama sama,” jelas Faida usai memberikan bantuan sembako dan uang.

Hal itu dibenarkan Mursid, salah seorang korban selamat saat bekerja di proyek Kampus Universitas Tandolako (Untad) Jl Sukarno Hatta, Kabupaten Tondo, Ia mengaku sudah enam tahun, sejak tahun 2012, pada saat kejadian sedang melaksanakan salat Jum'at berjama'ah.

Dirinya menyatakan bahwa hingga saat ini masih trauma dengan kejadian itu, karena banyak bangunan yang runtuh rata dengan tanah dan sejumlah warga yang meninggal dunia tertimpa bangunan. “Alhamdulah saya masih diberikan Keselamatan dan kembali dapat ketemu dengan Keluarga”, kisahnya. (yond/Edw).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: