"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 23 October 2018

Dampak Kemarau, PDAM Jember Terapkan Sistem Buka Tutup Layanan Air Bersih

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat kemarau panjang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pemkab Jember Jawa Timur terpaksa menerapkan buka tutup layanan aliran air bersih di Wilayah Kota (Zona 8).

Hal itu dilakukan lantaran suplay dari beberapa sumber utama debit air berkurang, hingga 20 persen. Demikian disampaikan Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Samoyian didampingi Bagian Humas Imam Yahya,  Selasa (23/10/2018).

"Keberadaan produksi air bersih di Induk yakni Sumbertelas, Kepel satu dan Kepel dua serta Sumbersukun, di Karang Pring Sukorambi berkurang dua puluh persen sehingga mulai tanggal 16 Oktober lalu diberlakukan buka tutup." ujar Samoyian

Jadwal tersebut diberlakukan bagi kurang lebih 800 pelanggan yakni untuk jalur barat meliputi Jl Gajah Mada, Jl Kertanegara, Jl Kertajaya, Kertabumi, dan Jl Jaya Negara serta Jl Cokroaminoto dibuka pada pagi pukul 07.00 hingga pukul 16.00 sore

Untuk Jl Melati dan Kaca Piring III, mengalir pada pukul 16.00 hingga 07.00. Di jalur timur yakni Jl Kenaga (rel kereta api timur), Jl Sultan Agung, Jl Samanhudi, Jl Diponegoro, Jl Gatot Subroto, Jl Trunojoyo, pukul 07.00 hingga 16.00 wib. Pada pukul 16.00 hingga 07.00 wib Jl Kenanga (SPBU-barat) dan Jl Kaca Piring. 

Selain melakukan penjadwalan juga berupaya untuk mencari tambahan debit air, dan menyiapkan 3 mobil tangki air untuk kebutuhan darurat. "Kami berharap masyarakat untuk mengunakan air secukupnya, dan berupaya menyiapkan tandon bawah, guna kebutuhan dikala air mati."pesannya.

Untuk itu Samoyian, berharap kepada para pelanggan air pipa ledeng PDAM Pemkab Jember yang mendapatkan kendala, bisa melakukan pengduan melalui SMS Center (Via SMS/ WhatsApp) di 082 245 824 282 dan 081 333 399 007 serta di Caal Center 0331 482700/ 483509. (edw).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: