Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Warga Muratara Tak Perlu Kuliah Keluar Daerah Lagi? Kawasan Pendidikan Terpadu Mulai Dirancang!

Kamis, 29 Januari 2026, 19.43 WIB Last Updated 2026-01-29T12:43:44Z

 Muratara – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi perhatian serius berbagai pihak. Salah satu upaya strategis yang tengah dirancang adalah pengembangan kawasan pendidikan Islam terpadu seluas ±10 hektar yang akan menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pengembangan masyarakat di Muratara.


Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Yayasan Perguruan Pendidikan Islam Musi Rawas Utara (YPPI–MRU) dengan Pemerintah Kabupaten Muratara. Audiensi dipimpin oleh Andrian Fathursyah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Muratara, yang membuka pertemuan dan memfasilitasi dialog antara pemangku kepentingan pendidikan dan pemerintah daerah.


Dalam pengantar diskusi, April Ibrahim menegaskan bahwa peningkatan IPM Muratara membutuhkan terobosan di sektor pendidikan, khususnya melalui kehadiran perguruan tinggi di daerah sendiri. Menurutnya, kawasan pendidikan terpadu yang dirancang YPPI–MRU diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menekan angka masyarakat yang harus mengenyam pendidikan ke luar daerah.


Pandangan tersebut diperkuat oleh Ibu Jamilah, yang menyampaikan bahwa pembangunan Muratara ke depan memerlukan dukungan konkret melalui investasi di bidang pendidikan. Ia menekankan bahwa kehadiran institusi pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi sangat penting untuk menyiapkan generasi emas Muratara yang berdaya saing, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.


Paparan mendalam disampaikan oleh Prof. Dr. Saipul Annur, M.Pd, Ketua YPPI–MRU. Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi harus diiringi dengan pembangunan mental, spiritual, dan intelektual masyarakat. Oleh karena itu, YPPI–MRU merancang kawasan pendidikan Islam terpadu seluas ±10 hektar sebagai ekosistem pendidikan berkelanjutan.


Menurut Prof. Saipul, kawasan tersebut akan dikembangkan secara bertahap dan terintegrasi dalam beberapa zona fungsional. Zona pendidikan dasar dan menengah akan menaungi Taman Kanak-Kanak Islam, Sekolah Dasar Islam, serta SMP, SMA, dan SMK berbasis boarding school. Seluruh satuan pendidikan ini dirancang untuk mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman, pembinaan karakter, dan penguatan literasi sains serta teknologi.


Selain itu, kawasan ini juga mencakup zona pendidikan tinggi, yang akan menjadi cikal bakal berdirinya perguruan tinggi di Muratara. Pendidikan tinggi tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang kelak berkembang menjadi Universitas Utara Indonesia.


Sebagai penguatan spiritual dan sosial, kawasan 10 hektar tersebut juga akan dilengkapi zona Masjid Raya, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah moderat, kajian keilmuan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Masjid dirancang menjadi pusat peradaban yang menyatukan pendidikan, nilai religius, dan kebangsaan.


Untuk mendukung pembinaan karakter dan kehidupan akademik, disiapkan pula zona asrama mahasiswa dan guru. Konsep asrama ini diarahkan sebagai ruang pembinaan akhlak, kepemimpinan, dan kemandirian, sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara kepribadian.


Kawasan pendidikan Islam terpadu tersebut juga akan dilengkapi zona pusat riset dan dakwah, yang difungsikan sebagai inkubator pemikiran, pusat kajian keislaman, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Di zona ini, pengembangan riset dan media dakwah digital diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta kebutuhan masyarakat Muratara.


Tidak kalah penting, pengembangan zona ruang terbuka hijau dan wakaf produktif menjadi bagian dari konsep kawasan 10 hektar. Zona ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi berbasis pendidikan, seperti pertanian edukatif, peternakan, dan kegiatan produktif lainnya.


Menurut Prof. Saipul Annur, keberadaan kawasan pendidikan Islam terpadu ini diharapkan memberikan dampak multiplikatif bagi daerah, mulai dari peningkatan IPM, penguatan SDM lokal, hingga lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan ekosistem pendidikan yang terintegrasi, Muratara akan memiliki fondasi kuat untuk pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menyambut baik gagasan tersebut dan menilai bahwa pengembangan kawasan pendidikan Islam terpadu seluas 10 hektar sejalan dengan visi pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Muratara sebagai pusat pendidikan Islam modern di wilayah Sumatera Selatan bagian Utara. - RCX



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Warga Muratara Tak Perlu Kuliah Keluar Daerah Lagi? Kawasan Pendidikan Terpadu Mulai Dirancang!

Terkini

Close x