Jember, MAJALAH–GEMPUR.Com - Kegiatan halal bihalal yang digelar Laskar Tawangalun di Desa Gugut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Minggu (5/4/2026), tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen dalam berkontribusi bagi masyarakat.
Sekitar 500 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mencerminkan soliditas organisasi yang telah berdiri sejak 1998, sekaligus menjadi modal sosial dalam menjalankan berbagai program ke depan.
Dalam konteks organisasi masyarakat, halal bihalal kerap dimaknai sebagai sarana mempererat hubungan internal. Namun, bagi Laskar Tawangalun, kegiatan ini juga menjadi titik refleksi untuk menyelaraskan visi dalam mendorong kemajuan Kabupaten Jember.
Ketua Umum Laskar Tawangalun, Ibud Hadi Purwanto melalui Munadi, menegaskan bahwa organisasinya berupaya hadir secara nyata melalui kegiatan sosial. Selain itu, Laskar Tawangalun juga membuka layanan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kami, Laskar Tawangalun bisa ikut menciptakan Jember yang lebih baik dan lebih maju, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Munadi.
Ia menjelaskan, peran organisasi tidak hanya terbatas pada aktivitas sosial, tetapi juga mencakup pendampingan hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang masih aktif berjalan. “Kami bergerak di bidang sosial. Jika ada masyarakat membutuhkan bantuan hukum, kami siap memberikan pendampingan karena LBH kami masih aktif,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Laskar Tawangalun, Beny Imron, memandang kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh elemen organisasi, mulai dari pengurus, anggota, hingga simpatisan.
Menurut dia, sejak awal berdiri, Laskar Tawangalun diarahkan sebagai organisasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Karena itu, keberadaannya diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Jember.
“Organisasi ini kita bangun untuk kemasyarakatan. Harapannya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya di Jember,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum atas dedikasi dalam memimpin organisasi. Meski pelaksanaan kegiatan berlangsung sederhana, hal itu dinilai tidak mengurangi makna kebersamaan yang terbangun.
Dalam dinamika sosial yang terus berkembang, langkah Laskar Tawangalun memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas peran sosial dan hukum menunjukkan upaya organisasi untuk tetap relevan. (Wahyu/Eros)


